Kompas.com - 20/01/2022, 19:32 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penurunan stunting sebesar Rp 25 triliun pada 2022.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, anggaran tersebut lebih rendah ketimbang tahun 2021 lalu yang sebesar Rp 35 triliun.

Penurunan anggaran tersebut karena dilakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Target Penurunan Angka Stunting Jadi 14 Persen 2024

"Disampaikan anggaran 2022 lebih rendah secara nominal, tapi yang perlu dicatat, anggaran kemarin kena refocusing karena Covid-19. Jadi praktis mengalami penyusutan," jelas Muhadjir dalam konferensi pers terkait tindak lanjut rapat terbatas (ratas) tentang konvergensi anggaran dalam percepatan penurunan stunting secara virtual, Kamis (20/1/2022).

Muhadjir pun menekankan, penurunan anggaran tidak berpengaruh terhadap target penurunan stunting secara tahunan.

BKKBN sebagai pelaksana dari penanganan permasalahan stunting akan meningkatkan kinerja meski di sisi lain terjadi penurunan dari sisi anggaran.

"Di penanganan stunting tidak budget oriented, tapi lebih ke kinerja dan performa. Salah satu langkah Presiden mendelegasikan wewenang penanganan stunting secara khusus ke Kepala BKKBN ldwat Perpres Nomor 72 tahun 2021," jelas Muhadjir.

"Jadi lebih kepada aspek penanganan, meningkatkan performance, penanganan bukan budgeting perbankan. Budget diefisiensikan, diefektifkan, tapi lebih nendang," kata dia.

Baca juga: Bupati Cianjur: Anak PAUD yang Meninggal Usai Vaksin Punya Riwayat Stunting dan Gizi Buruk

Untuk diketahui, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ditetapkan target penurunan prevalensi stunting dari 24 persen menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

Artinya, setiap tahun, target capaian penurunan stunting sebesar 3 persen.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pun mengatakan optimistis bisa mencapai target penurunan stunting sebesar 3 persen tersebut dengan alokasi anggaran yang sebesar Rp 25 triliun.

"Kami tetap optimis degan anggaran Rp 25 triliun ini dengan refocusing, lebih fokus, lebih tepat sasaran," jelas Hasto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.