Ibu Kota "Nusantara" Disebut Akan Lebih Banyak Pakai APBN, Kepala Bappenas: Saya Belum Baca

Kompas.com - 17/01/2022, 21:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perncanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa enggan berkomentar panjang lebar soal biaya pemindahan ibu kota negara yang 53,5 persennya disebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Alasannya, Suharso mengaku belum membaca informasi soal pendanaan tersebut yang tertera dalam situs resmi IKN, ikn.go.id.

"Saya itu belum baca soalnya," kata Suharso di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Suharso juga tidak menjawab lugas saat ditanya kemungkinan angka yang tercantum pada situs tersebut hanya untuk kurun waktu tertentu selama masa pembangunan ibu kota baru.

Baca juga: Siap-siap, Ini Bocoran Jadwal Pemindahan ASN ke Ibu Kota Negara Baru Nusantara

"Nanti saya lihat ya," kata dia singkat.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus RUU Ibu Kota Negara Ahmad Doli Kurnia menekankan agar jangan sampai pemindahan ibu kota membebani keuangan negara.

"Intinya adalah kita tidak mau pemindahan ini terlalu membenani APBN. Nah kita lihat scheme-nya kayak apa," ujar Doli, Senin.

Dikutip dari situs ikn.go.id, skema pendanaan IKN terdiri dari 53,5 persen dari APBN dan 46,5 persen yang berasal dari kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), swasta, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca juga: Mengulik Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Smart City yang Bakal Habiskan Rp 501 Triliun

Hal itu berbeda dengan pernyataan Deputi Kepala Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro bahwa biaya yang berasal dari APBN lebih kecil dibandingkan dari KPBU, swasta, dan BUMN.

"Bagian terbesarnya justru dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (Public-Private Partnership) dan kontribusi atau investasi swasta," ujar Juri dikutip dari siaran pers KSP, Senin (28/6/2021).

"Perkiraan kasarnya, dari total dana sebesar Rp 466 triliun yang dibutuhkan, (pembiayaan dari) APBN hanya sekitar Rp 89,4 triliun. Lalu KPBU dan swasta Rp 253,4 triliun, sementara BUMN serta BUMD Rp 123,2 triliun," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Wafat, Kondisi Buya Syafii Maarif Sempat Membaik, Kembali 'Drop' dan Dirawat di RS

Sebelum Wafat, Kondisi Buya Syafii Maarif Sempat Membaik, Kembali "Drop" dan Dirawat di RS

Nasional
PPP Kenang Buya Syafii Maarif Sosok yang Teduh dan Ajarkan Moderasi Beragama

PPP Kenang Buya Syafii Maarif Sosok yang Teduh dan Ajarkan Moderasi Beragama

Nasional
Jenazah Buya Syafii Maarif akan Dishalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Jenazah Buya Syafii Maarif akan Dishalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Nasional
Buya Syafii Wafat, Waketum PKB: Beliau Contoh Negarawan Berintegritas

Buya Syafii Wafat, Waketum PKB: Beliau Contoh Negarawan Berintegritas

Nasional
Mahfud: Buya Syafii Boleh Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Mahfud: Buya Syafii Boleh Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Nasional
Buya Syafii Berpulang, Menag: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

Buya Syafii Berpulang, Menag: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

Nasional
Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Ketum PAN: Kita Kehilangan Guru Bangsa

Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Ketum PAN: Kita Kehilangan Guru Bangsa

Nasional
Sampaikan Duka Mendalam, JK: Buya Syafii Maarif Adalah Guru Bangsa, Negarawan dan Pembimbing

Sampaikan Duka Mendalam, JK: Buya Syafii Maarif Adalah Guru Bangsa, Negarawan dan Pembimbing

Nasional
Manajemen ASN Hijau untuk Menghijaukan IKN Nusantara

Manajemen ASN Hijau untuk Menghijaukan IKN Nusantara

Nasional
Sebelum Meninggal Dunia, Buya Syafii Maarif Sempat Berjuang Lawan Serangan Jantung

Sebelum Meninggal Dunia, Buya Syafii Maarif Sempat Berjuang Lawan Serangan Jantung

Nasional
Buya Syafii Maarif Dimakamkan di Kulonprogo

Buya Syafii Maarif Dimakamkan di Kulonprogo

Nasional
Brigjen Andi Diusulkan Pensiun Dini karena Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat

Brigjen Andi Diusulkan Pensiun Dini karena Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat

Nasional
Meneladani Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Hobi Bersepeda dan Naik KRL

Meneladani Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Hobi Bersepeda dan Naik KRL

Nasional
Profil Buya Syafii Maarif: Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Pejuang Pendidikan

Profil Buya Syafii Maarif: Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Pejuang Pendidikan

Nasional
Mahasiswa Tersangka Teroris di Malang Diduga Terlibat ISIS sejak 2019

Mahasiswa Tersangka Teroris di Malang Diduga Terlibat ISIS sejak 2019

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.