Update 17 Januari: Ada 8.775 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Kompas.com - 17/01/2022, 19:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada Senin (17/1/2022) tercatat sebanyak 8.775 kasus.

Angka itu setara dengan 0,2 persen dari total kasus positif Covid-19. Jumlah kasus aktif ini bertambah 170 dari hari sebelumnya.

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan. Angka itu didapatkan dengan mengurangi total kasus positif Covid-19 dengan angka kesembuhan dan kematian.

Baca juga: Update 17 Januari: Bertambah 772, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.272.421

Informasi itu disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui dokumen yang disiarkan kepada wartawan, Senin sore. Data juga dapat diakses melalui situs covid19.go.id.

Secara keseluruhan, pemerintah melaporkan penambahan 772 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan kasus baru itu tersebar di 19 provinsi.

Dengan penambahan kasus baru tersebut, maka total kasus Covid-19 di Tanah Air berjumlah 4.272.421 terhitung sejak pengumuman kasus perdana pada 2 Maret 2020.

Sementara untuk kasus sembuh, hari ini bertambah 598 dengan akumulasi kasus sembuh mencapai 4.119.472. Jumlah kasus sembuh hari ini menurun bila dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang sebanyak 710.

Kemudian, untuk penambahan kasus kematian sebanyak empat orang, sehingga total pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 144.174 jiwa.

Sementara itu, ada 3.069 orang suspek terkait Covid-19 di Indonesia per Senin ini.

Suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Seseorang disebut suspek Covid-19 jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probabel Covid-19.

Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan juga dikategorikan sebagai suspek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.