Kompas.com - 17/01/2022, 05:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani berjanji bahwa partainya akan menerima apa pun vonis Mahkamah Konstitusi soal ambang batas pencalonan presiden/presidential threshold (PT).

Saat ini, PT sebesar 20 persen dianggap banyak pihak tak baik untuk keberlangsungan demokrasi, karena hanya menguntungkan partai-partai besar.

"Sekarang sedang dibicarakan atau diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Saya tidak ingin memengaruhi keputusan MK," kata Muzani kepada wartawan pada Minggu (16/1/2022).

"Apa pun keputusan Mahkamah Konstitusi kami terima," lanjutnya.

Baca juga: Angka Keramat Presidential Threshold 20 Persen Kembali Digugat

Dengan PT 20 persen, maka hanya partai-partai yang menguasai minimal 20 persen kursi di DPR yang dapat mengusung calon presidennya.

Partai-partai yang perolehan kursi nya di bawah itu harus berkoalisi dengan partai partai lain hingga gabungan jumlah kursi mereka melebihi 20 persen.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), misalnya, telah membuat keputusan bulat bahwa mereka menolak PT 20 persen dan akan mengajukan gugatan kepada MK perihal ini.

Baca juga: Presidential Threshold 20 Persen Dinilai Terlalu Tinggi, Pengamat: Yang Muncul Lu Lagi, Lu Lagi

Sementara itu, Muzani mengaku tak ingin mencampuri urusan ini dan sepenuhnya menyerahkan urusan kepada MK.

"Biarlah MK nanti yang mengambil keputusan, hakim-hakim MK. Kami percaya kepada hakim-hakim MK," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.