Wacana Airlangga-Andika Perkasa pada 2024, Pengamat: Sulit, Golkar Isinya Pendekar Semua

Kompas.com - 12/01/2022, 16:11 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Presiden Joko Widodo melantik Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak APanglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Presiden Joko Widodo melantik Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio berpandangan bahwa duet Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Panglima TNI Andika Perkasa dalam Pilpres 2024 berat untuk diwujudkan.

Hanya saja, menurutnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang membuka peluang tersebut masih bisa mengusahakan agar duet Airlangga-Andika terjadi.

"Berat duet ini bisa terjadi, tapi bisa diusahakan," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/1/2022).

Hendri memiliki sejumlah alasan mengapa duet Airlangga-Andika ini berat untuk diwujudkan pada Pilpres 2024.

Baca juga: Golkar Buka Peluang Duet Airlangga-Andika Perkasa di Pilpres 2024, Sebut Sebagai Paket Menarik

Pertama, dari sisi Partai Golkar sendiri perlu memastikan bahwa betul-betul mengusung Airlangga sebagai calon presiden (capres) 2024. Sebab, menurut dia, ada banyak potensi capres di Golkar yang bisa saja justru saling bertarung memperebutkan posisi bakal calon presiden, tidak hanya Airlangga.

"Walaupun dia (Airlangga) salah satu calon kuat, tapi Golkar ini isinya pendekar semua. Jadi belum tentu ketum itu bisa maju sebagai calon presiden," ujar dia.

Baca juga: Cerita Mahfud MD Ada Dirjen Mundur karena Dimintai Setoran Rp 40 Miliar oleh Menteri

Dia mengingatkan bagaimana pengalaman Golkar ketika menentukan siapa yang bakal diusung untuk maju dalam pilpres.

Hendri menyebut sejumlah nama di Golkar, misalnya mantan Ketum Partai Golkar Akbar Tanjung yang justru dikalahkan oleh Wiranto dalam Konvensi Partai Golkar 2004.

Padahal, kala itu, Wiranto merupakan Ketua Umum Partai Hanura. Ia keluar sebagai pemenang konvensi dan menjadi capres yang diusung koalisi Partai Golkar.

"Lalu, Aburizal Bakrie juga akhirnya enggak dicalonkan. Pak JK (Jusuf Kalla) jadi (maju pilpres), pada saat dia tidak dicalonkan Golkar," ungkapnya.

"Jadi dari sisi Airlangga saja musti dipastikan dulu, makanya saya bilang, berat tapi bisa diusahakan," tambah Hendri.

Sementara itu, upaya Golkar untuk mengusung Jenderal Andika Perkasa sebagai pasangan Airlangga pada 2024 juga berat.

Baca juga: Panduan Vaksinasi Booster: Cek Jadwal, Lokasi, dan Jenis Vaksin

Sebab, Andika dinilai tidak tergabung partai politik mana pun mengingat posisinya saat ini adalah seorang Panglima TNI.

Kondisi itu, kata Hendri, membuat Golkar tak punya pilihan lain selain berkoalisi dengan partai politik lainnya untuk tetap dapat mengusung Andika sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Ia menyarankan agar Partai Golkar berkoalisi dengan partai politik tengah, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, ataupun Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca juga: Daftar Lengkap Kepengurusan PBNU 2022-2027

"Itu pun kalau mereka (PKB, Demokrat, PKS) mau dorong Andika jadi cawapres. Kalau sama PKB ya kemungkinan Cak Imin (Muhaimin Iskandar), Airlangga-Cak Imin yang akan dimajukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menilai, duet Airlangga-Hartarto merupakan representasi dari kalangan ekonomi dan pertahanan.

"Itu memang satu paket yang menarik ya, tapi ya kita jangan tergesa-gesalah," kata Dave di kantor DPP Golkar, Selasa (11/1/2022).

"Kita kan sekarang fokus kepada Pak Airlangga, menaikkan elektabilitas, pekerjaan untuk sosialisasikan beliau, kita tidak berpikir untuk mencari figur lain," ia melanjutkan.

Dave menilai bahwa Andika sejauh ini cukup sigap menyikapi berbagai isu.

Menurut dia, komunikasi antara Andika dan partai-partai politik di DPR juga berjalan dengan baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.