Kompas.com - 12/01/2022, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio berpandangan bahwa duet Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Panglima TNI Andika Perkasa dalam Pilpres 2024 berat untuk diwujudkan.

Hanya saja, menurutnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang membuka peluang tersebut masih bisa mengusahakan agar duet Airlangga-Andika terjadi.

"Berat duet ini bisa terjadi, tapi bisa diusahakan," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/1/2022).

Hendri memiliki sejumlah alasan mengapa duet Airlangga-Andika ini berat untuk diwujudkan pada Pilpres 2024.

Baca juga: Golkar Buka Peluang Duet Airlangga-Andika Perkasa di Pilpres 2024, Sebut Sebagai Paket Menarik

Pertama, dari sisi Partai Golkar sendiri perlu memastikan bahwa betul-betul mengusung Airlangga sebagai calon presiden (capres) 2024. Sebab, menurut dia, ada banyak potensi capres di Golkar yang bisa saja justru saling bertarung memperebutkan posisi bakal calon presiden, tidak hanya Airlangga.

"Walaupun dia (Airlangga) salah satu calon kuat, tapi Golkar ini isinya pendekar semua. Jadi belum tentu ketum itu bisa maju sebagai calon presiden," ujar dia.

Baca juga: Cerita Mahfud MD Ada Dirjen Mundur karena Dimintai Setoran Rp 40 Miliar oleh Menteri

Dia mengingatkan bagaimana pengalaman Golkar ketika menentukan siapa yang bakal diusung untuk maju dalam pilpres.

Hendri menyebut sejumlah nama di Golkar, misalnya mantan Ketum Partai Golkar Akbar Tanjung yang justru dikalahkan oleh Wiranto dalam Konvensi Partai Golkar 2004.

Padahal, kala itu, Wiranto merupakan Ketua Umum Partai Hanura. Ia keluar sebagai pemenang konvensi dan menjadi capres yang diusung koalisi Partai Golkar.

"Lalu, Aburizal Bakrie juga akhirnya enggak dicalonkan. Pak JK (Jusuf Kalla) jadi (maju pilpres), pada saat dia tidak dicalonkan Golkar," ungkapnya.

"Jadi dari sisi Airlangga saja musti dipastikan dulu, makanya saya bilang, berat tapi bisa diusahakan," tambah Hendri.

Sementara itu, upaya Golkar untuk mengusung Jenderal Andika Perkasa sebagai pasangan Airlangga pada 2024 juga berat.

Baca juga: Panduan Vaksinasi Booster: Cek Jadwal, Lokasi, dan Jenis Vaksin

Sebab, Andika dinilai tidak tergabung partai politik mana pun mengingat posisinya saat ini adalah seorang Panglima TNI.

Kondisi itu, kata Hendri, membuat Golkar tak punya pilihan lain selain berkoalisi dengan partai politik lainnya untuk tetap dapat mengusung Andika sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Ia menyarankan agar Partai Golkar berkoalisi dengan partai politik tengah, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, ataupun Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca juga: Daftar Lengkap Kepengurusan PBNU 2022-2027

"Itu pun kalau mereka (PKB, Demokrat, PKS) mau dorong Andika jadi cawapres. Kalau sama PKB ya kemungkinan Cak Imin (Muhaimin Iskandar), Airlangga-Cak Imin yang akan dimajukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menilai, duet Airlangga-Hartarto merupakan representasi dari kalangan ekonomi dan pertahanan.

"Itu memang satu paket yang menarik ya, tapi ya kita jangan tergesa-gesalah," kata Dave di kantor DPP Golkar, Selasa (11/1/2022).

"Kita kan sekarang fokus kepada Pak Airlangga, menaikkan elektabilitas, pekerjaan untuk sosialisasikan beliau, kita tidak berpikir untuk mencari figur lain," ia melanjutkan.

Dave menilai bahwa Andika sejauh ini cukup sigap menyikapi berbagai isu.

Menurut dia, komunikasi antara Andika dan partai-partai politik di DPR juga berjalan dengan baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Nasdem Tak Usung Ganjar Sebagai Capres: Tidak Ada Kejelasan Kapan Memutuskan

Alasan Nasdem Tak Usung Ganjar Sebagai Capres: Tidak Ada Kejelasan Kapan Memutuskan

Nasional
Jokowi: Tugas Hakim Konstitusi Saat ini Semakin Berat...

Jokowi: Tugas Hakim Konstitusi Saat ini Semakin Berat...

Nasional
Anies Mengaku Minta Izin Nasdem Untuk Tuntaskan Tugas di DKI Jakarta

Anies Mengaku Minta Izin Nasdem Untuk Tuntaskan Tugas di DKI Jakarta

Nasional
Pengacara Harap Bharada E Bisa Divonis Bebas di Persidangan

Pengacara Harap Bharada E Bisa Divonis Bebas di Persidangan

Nasional
Dorong Audit Bangunan, Jokowi Harap Semua Stadion Bisa Contoh GBK

Dorong Audit Bangunan, Jokowi Harap Semua Stadion Bisa Contoh GBK

Nasional
Sebut Ekonomi Akan Hadapi Badai, Prabowo: Kita Harus Siap

Sebut Ekonomi Akan Hadapi Badai, Prabowo: Kita Harus Siap

Nasional
UPDATE 5 Oktober 2022: Bertambah 1.722, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.439.292

UPDATE 5 Oktober 2022: Bertambah 1.722, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.439.292

Nasional
DPR Campur Tangan, Ahmad Taufan Damanik: Pemilihan Ketua Komnas HAM Harus Diulang

DPR Campur Tangan, Ahmad Taufan Damanik: Pemilihan Ketua Komnas HAM Harus Diulang

Nasional
Kamaruddin Simanjuntak Sebut Permintaan Maaf Sambo Tak Tulus: Masih Cari-cari Alasan

Kamaruddin Simanjuntak Sebut Permintaan Maaf Sambo Tak Tulus: Masih Cari-cari Alasan

Nasional
Diusung PSI Sebagai Cawapres, Yenny Wahid: Bukan Waktu yang Tepat, Duka untuk Tragedi Kanjuruhan

Diusung PSI Sebagai Cawapres, Yenny Wahid: Bukan Waktu yang Tepat, Duka untuk Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Dengan Multilateralisme, Puan Ajak Delegasi Negara G20 Atasi Gejolak Ekonomi Global

Dengan Multilateralisme, Puan Ajak Delegasi Negara G20 Atasi Gejolak Ekonomi Global

Nasional
Pengacara Pastikan Bharada E Siap Jalani Persidangan Online dan Offline

Pengacara Pastikan Bharada E Siap Jalani Persidangan Online dan Offline

Nasional
Gelar Forum Parlemen P20, Puan Ajak Legislator Bangun Kerja Sama Multilateralisme

Gelar Forum Parlemen P20, Puan Ajak Legislator Bangun Kerja Sama Multilateralisme

Nasional
DPR Disebut Langgar Aturan karena Intervensi Pemilihan Ketua Baru Komnas HAM

DPR Disebut Langgar Aturan karena Intervensi Pemilihan Ketua Baru Komnas HAM

Nasional
Partai NasDem Curi Start Deklarasi Anies Bakal Capres, Untung atau Buntung?

Partai NasDem Curi Start Deklarasi Anies Bakal Capres, Untung atau Buntung?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.