Ingat Bung Karno, Megawati Harap Tak Ada Lagi Pemimpin yang Diperlakukan Tidak Adil

Kompas.com - 10/01/2022, 19:07 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berharap tidak ada lagi pemimpin yang diperlakukan tidak adil seperti Bung Karno.

Mega bercerita, saat menjabat sebagai Presiden pernah diminta oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM.

Namun, ia mengatakan bahwa dirinya beserta keturunan Soekarno yang lain adalah korban pelanggaran HAM itu sendiri.

“Saya bilang waktu itu (pada ketua Komnas HAM) Pak Garuda Nusantara apa ya, saya bilang Pak saya ini victim lho,” sebutnya saat memberikan pidato dalam perayaan HUT PDI Perjuangan ke 49, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep Dilaporkan ke KPK

Megawati menyebut Bung Karno tidak pernah jelas statusnya secara hukum. Namun diperlakukan oleh negara seperti seorang narapidana.

“Bung Karno ndak pernah punya status lho, ditahan iya, dikurung iya. Tapi saya, kami, anak beranaknya tidak punya pegangan bapak saya itu sebetulnya siapa, diapakan, diadili tidak (tapi) orang mau ketemu ndak boleh,” paparnya.

Megawati menegaskan dirinya tak ingin bernostalgia dengan menceritakan kisah tersebut.

Baca juga: Menterinya Terjerat Korupsi, Kenapa Elektabilitas PDI-P, Gerindra, dan Golkar Tetap Tinggi?

Ia lantas berharap tidak ada lagi pemimpin yang diperlakukan tidak adil sama seperti bapaknya.

“Ini sebuah realita, dan saya berharap tidak akan terjadi lagi pada pemimpin-pemimpin kita. Diperlakukan seperti itu pada sebuah negeri yang berpancasila, tolong dengarkan anak-anakku sekalian,” tegas Mega.

Baca juga: Ledakan Omicron di Turki 60.000 Kasus Per Hari yang Tak Disadari Para Turis Indonesia...

Diketahui Bung Karno menjadi tahanan pemerinrah Orde Baru pasca lengser dari jabatannya sebagai Presiden.

Soekarno kala itu kehilangan dukungan politik, dan menjadi salah satu pihak yang dituding terlibat dalam peristiwa G30S karena kedekatannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ia sempat ditahan di Istana Batu Tulis, Bogor sebelum dipindahkan ke Wisma Yaso Jakarta.

Bung Karno lalu meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta pada 21 Juni 1970. Sang Proklamator berpulang di usia 69 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terawan: Saya Bersaksi Achmad Yurianto Orang Baik...

Terawan: Saya Bersaksi Achmad Yurianto Orang Baik...

Nasional
Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

Nasional
Beredar Foto Tersangka Tahan Banurea Gunakan Ponsel di Mobil Tahanan, Ini Penjelasan Kejagung

Beredar Foto Tersangka Tahan Banurea Gunakan Ponsel di Mobil Tahanan, Ini Penjelasan Kejagung

Nasional
Jokowi Sebut Harga Minyak Goreng Curah Bakal Berkisar Rp 14.500 Per Liter dalam Dua Minggu

Jokowi Sebut Harga Minyak Goreng Curah Bakal Berkisar Rp 14.500 Per Liter dalam Dua Minggu

Nasional
Mengenang Pak Yuri dan Baju Batiknya yang Selalu Dinanti Warganet...

Mengenang Pak Yuri dan Baju Batiknya yang Selalu Dinanti Warganet...

Nasional
Profil Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

Profil Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

Nasional
Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia di Malang

Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia di Malang

Nasional
Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

Nasional
Jokowi: Kita Tahan Betul Agar Harga Pertalite Tidak Naik

Jokowi: Kita Tahan Betul Agar Harga Pertalite Tidak Naik

Nasional
Wapres Serahkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat di Kota Kendari

Wapres Serahkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat di Kota Kendari

Nasional
Jokowi Bakal Diskusi dengan Relawan Sebelum Putuskan Sikap pada Pilpres 2024

Jokowi Bakal Diskusi dengan Relawan Sebelum Putuskan Sikap pada Pilpres 2024

Nasional
Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

Nasional
PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

Nasional
Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

Nasional
UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.