Kompas.com - 08/01/2022, 13:58 WIB
TNI Angkatan Laut (TNI) menemukan jenazah laki-laki di perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Jumat (7/1/2022). Dokumen Dinas Penerangan Angkatan Laut TNI Angkatan Laut (TNI) menemukan jenazah laki-laki di perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Jumat (7/1/2022).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut (TNI) menemukan jenazah laki-laki di Perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Diduga, jenazah tersebut merupakan salah satu korban kandasnya kapal yang mengangkut 64 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di Perairan Malaysia, 15 Desember 2021.

Jenazah ditemukan pada Jumat (7/1/2022) oleh KRI Parang-647 yang sedang melakukan patroli rutin.

“Pada pukul 16.30 Wib pengawas KRI Parang-647 melihat kontak atau benda pada jarak kurang lebih 600 yard dan diidentifikasi bahwa kontak tersebut adalah jenazah,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Baca juga: Tragedi Kapal Tenggelam di Malaysia, 21 Buruh Migran Tewas, Oknum Anggota TNI AU Ikut Terlibat

Lalu, KRI Parang-647 mendatangi titik tersebut dan melakukan evakuasi.

Kemudian, dilakukan koordinasi antara KRI Parang-647 dengan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Tanjung Balai Asahan (TBA) Letkol Laut (P) Robinson Hendrik.

“Lalu diperintahkan Pos Angkatan Laut (Posal) Kuala Tanjung melaksanakan SAR dan berkoordinasi ke Pos SAR Batu Bara,” tulis keterangan tersebut.

Akhirnya, jenazah dievakuasi pada pukul 19.30 Wib. Setelah itu, berdasarkan koordinasi dengan Setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Baru Bara, jenazah diserahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batu Bara untuk diatopsi.

Saat ini, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), TNI AL, dan kepolisian sedang melakukan investigasi untuk mencari fakra terkait tenggelamnya kapal yang membawa 64 PMI ilegal tersebut.

Baca juga: Masuk Ilegal, 7 WNI Terjaring Operasi Benteng Bersama di Tawau Malaysia

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut, pihaknya sedang mendalami keterangan seorang prajurit yang diduga terlibat.

Di sisi lain, Polda Kepulauan Riau telah menetapkan seorang tersangka bernama Susanto dalam kasus ini.

Susanto diketahui merupakan penyedia kapal yang mengangkut PMI ilegal itu ke Malaysia.

Adapun hingga kini sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal, 30 orang hilang dan 13 orang selamat dalam peristiwa tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen Golkar Harap Parpol Lain Bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu

Sekjen Golkar Harap Parpol Lain Bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu

Nasional
Ingatkan Menteri Tak Sibuk Manuver Capres 2024, Pimpinan Komisi II: Kerjalah Bantu Presiden

Ingatkan Menteri Tak Sibuk Manuver Capres 2024, Pimpinan Komisi II: Kerjalah Bantu Presiden

Nasional
Oditur Militer Beberkan Mengapa Alasan Kolonel Priyanto Mengaku Panik Tak Masuk Akal

Oditur Militer Beberkan Mengapa Alasan Kolonel Priyanto Mengaku Panik Tak Masuk Akal

Nasional
Menag: BPIH Lebih Besar dari Bipih, Jemaah Haji Bayar Rp39,9 Juta

Menag: BPIH Lebih Besar dari Bipih, Jemaah Haji Bayar Rp39,9 Juta

Nasional
Menag: Pemerintah Menyubsidi Jemaah Agar Biaya Haji Lebih Ringan

Menag: Pemerintah Menyubsidi Jemaah Agar Biaya Haji Lebih Ringan

Nasional
Membaca Bayangan Peta Koalisi Pilpres 2024 dalam Dominasi Kuasa PDI-P

Membaca Bayangan Peta Koalisi Pilpres 2024 dalam Dominasi Kuasa PDI-P

Nasional
Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Gerindra: Bukan Hal yang Perlu Diperdebatkan

Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Gerindra: Bukan Hal yang Perlu Diperdebatkan

Nasional
Waketum Gerindra Minta Koalisi Golkar PAN PPP Jangan Dipertentangkan

Waketum Gerindra Minta Koalisi Golkar PAN PPP Jangan Dipertentangkan

Nasional
PP Muhammadiyah Sesalkan UAS Tak Diizinkan Masuk, Tuntut Penjelasan ke Singapura

PP Muhammadiyah Sesalkan UAS Tak Diizinkan Masuk, Tuntut Penjelasan ke Singapura

Nasional
Uji Materiil UU Otsus, Ahli Presiden Pertanyakan Kedudukan Hukum Majelis Rakyat Papua

Uji Materiil UU Otsus, Ahli Presiden Pertanyakan Kedudukan Hukum Majelis Rakyat Papua

Nasional
Mengenal PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Mengenal PPS dan KPPS, dari Sejarah hingga Tugas dalam Pemilu

Nasional
Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Kekeh Usung Airlangga Capres 2024

Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Kekeh Usung Airlangga Capres 2024

Nasional
Lengkapi Pemberkasan Kasus Binomo, Polisi Bawa Ferrari Indra Kenz ke Jakarta

Lengkapi Pemberkasan Kasus Binomo, Polisi Bawa Ferrari Indra Kenz ke Jakarta

Nasional
Syarat Haji 2022, Sudah 2 Kali Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 65 Tahun

Syarat Haji 2022, Sudah 2 Kali Vaksin Covid-19, Usia di Bawah 65 Tahun

Nasional
Setiap Jemaah Haji Membayar Rp 39,9 Juta untuk Berangkat

Setiap Jemaah Haji Membayar Rp 39,9 Juta untuk Berangkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.