Kompas.com - 05/01/2022, 12:45 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, toleransi yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang dikagumi oleh berbagai kalangan di dunia.

Ma'ruf mengatakan, toleransi merupakan kunci yang membimbing bangsa Indonesia pada moderasi beragama hingga terhindar dari fanatisme yang dapat mengarah pada fundamentalisme, radikalisme, dan ekstremisme.

"Toleransi telah menjadi warisan budaya adiluhung bangsa Indonesia yang telah hidup dan membersamai kita sejak ratusan tahun yang lalu. Dan toleransi yang kita miliki itulah yang juga menjadi sesuatu yang dikagumi oleh berbagai kalangan di dunia," kata Ma'ruf saat meresmikan enam rumah ibadah di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta, Rabu (5/1/2022), dikutip dari kanal YouTube Universitas Pancasila.

Baca juga: Resmikan 6 Rumah Ibadah di Universitas Pancasila, Wapres Berharap Tak Hanya Jadi Simbol Toleransi

Ma'ruf bercerita, beberapa waktu lalu ia menerima Majelis Hukama Al Muslimin, sebuah lembaga internasional yang beranggotakan ulama intelektual muslim dari berbagai negara.

Ia menuturkan, saat itu sekretaris jenderal Majelis Hukama Al Muslimin menyampaikan bahwa mereka datang ke Indonesia bukan untuk mengajari orang Indonesia, tetapi belajar tentang toleransi dari bangsa Indonesia.

"Karena itu, saat ini bukan masanya lagi menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia, tapi justru sebaliknya, bahasa Indonesia-lah yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Arab," kata Ma'ruf.

Baca juga: Wapres Ingin Perguruan Tinggi Beri Solusi Masalah Pengangguran

Menurut Ma'ruf, pluralitas agama di Indonesia merupakan suatu keniscayaan yang harus disyukuri, dipupuk, dan dipelihara.

"Keberagaman ini, apabila kita rawat dengan pengetahuan dan toleransi, maka akan menjadi kekayaan yang luar biasa yang jarang dimiliki oleh bangsa lain di dunia," ujar dia.

Ma'ruf menambahkan, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia juga sejalan dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

"Pancasila menjadi jaminan bahwa negara melindungi kebebasan memeluk agama, sekaligus mengakomodasi penyelenggaraan aktivitas keagamaan," kata Ma'ruf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.