Kompas.com - 05/01/2022, 10:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan atensi dan menyerukan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Jokowi berharap pemerintah dan DPR RI dapat segera mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

"Saya berharap RUU tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual ini dapat segera disahkan," ujar Jokowi dalam keterangan video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/1/2022) sore.

Kepala Negara ingin ada payung hukum yang bisa memberikan perlindungan secara maksimal bagi korban kekerasan seksual di Tanah Air.

Jokwi juga mengaku sudah mencermati proses RUU TPKS sejak pembentukannya pada 2016 hingga saat ini masih berproses di DPR.

Ia berpandangan, perlu ada langkah percepatan dalam hal pembahasan RUU TPKS.

Baca juga: Jokowi: Saya Harap RUU TPKS Segera Disahkan

"Karena itu saya memerintahkan Menteri Hukum dan Ham serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera melakukan koordinasi konsultasi dengan DPR," kata Jokowi.

Kasus kekerasan seksual sendiri masih menjadi masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sepanjang tahun 2021 saja, ada sejumlah kasus kekerasan seksual yang cukup menyita perhatian publik.

Tak hanya perempuan dan anak-anak yang menjadi korban, tetapi juga laki-laki. Selain itu, tak sedikit pula korban kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang belum mendapatkan keadilan hingga kini. 

Berikut beberapa kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang sempat menyita perhatian publik:

1. Pegawai KPI

Seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS mengaku telah menerima tindakan perundungan, perbudakan, hingga pelecehan seksual oleh teman-teman kantornya.

Bahkan, MS pernah mencoba melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian pada tahun 2019 dan 2020, namun dua kali laporannya tidak diseriusi oleh aparat.

Baca juga: Jokowi Harap RUU TPKS Segera Disahkan, Menkumham: Pemerintah Siap Bahas dengan DPR

Saat itu petugas polisi malah menyuruhnya melapor lebih dulu kepada atasan di KPI agar diselesaikan secara internal.

Polisi baru mengusut kasus MS setelah kasusnya viral dan ramai menjadi perbincangan netizen pada awal Septermber 2021.

"Tolong Pak Joko Widodo, saya tak kuat dirundung dan dilecehkan di KPI, saya trauma buah zakar dicoret spidol oleh mereka," tulis MS dalam suratnya.

Kasus MS kini ditangani pihak Polres Jakarta Pusat. Bahkan, KPI juga membuat tim investigasi internal, namun hingga kini masih belum ada kejelasan dalam kasus tersebut.

“Jelang akhir tahun MS bertanya-tanya mengapa kasusnya mandeg? Sedangkan kasus viral lain sudah ada tersangkanya,” kata Kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

Mualimin mengatakan, MS juga mempertanyakan apakah pengakuan laki-laki yang mengalami perundungan dan pelecehan seksual tak layak dianggap serius.

Baca juga: Menteri PPPA: Penetapan RUU TPKS Jadi RUU Inisiatif DPR Diharapkan Bisa Awal 2022

2. Pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur

Pada awal Oktober 2021, kasus pemerkosaan tiga anak oleh ayah kandung di Luwu Timur sempat menjadi sorotan masyarakat.

Kasus ini diungkap langsung oleh ibu dari tiga anak dalam salah satu pemberitaan media yang disebarkan di media sosial.

Pemberitaan ini viral di media sosial lantaran kepolisian di Luwu Timur malah menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

Setelah viral, polisi kemudian membuka penyelidikan baru terkait kasus tersebut. Namun, kasus tersebut masih dalam proses pengusutan.

3. Tiga mahasiswi Unsri dilecehkan

Tiga mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi korban kekerasan seksual oknum dosen di kampus tersebut.

Korban pertama yakni berinisial DR, sementara terduga pelaku yakni A. Kemudian korban kedua dan ketiga adalah C dan F dengan terduga pelaku inisial R.

Ketiga korban diduga dilecehkan secara seksual dan verbal oleh dua dosennya sendiri. Mereka dilecehkan saat mengurus skripsi di kampus.

Baca juga: Puan Pastikan RUU TPKS Disahkan Saat Rapat Paripurna Usai Reses

Salah satu korban adalah DR mengungkapkan kasusnya di Twitter dengan akun anonim sehingga terungkap dosen tersebut adalah A.

DR mengaku dilecehkan dosen saat hendak mengurus skripsi di kampus pada Sabtu (28/8/2021). Pihak kampus sempat melakukan mediasi namun tidak menemukan titik terang.

DR pun memilih melaporkan A ke polisi. Usai dilaporkan, pihak kepolisian melakukan olah TKP di Kampus Unsri pada Rabu (1/12/2021). Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan.

4. Pemerkosaan 13 santriwati

Kasus pemerkosaan 13 santriwati oleh guru pesantren berinisial HW di Bandung, Jawa Barat, sempat menggemparkan masyarakat di akhir tahun 2021 lalu.

Kasus itu kini telah disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung awal November 2021.

Awalnya kasus terungkap saat korban pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Orangtua korban mencurigai dan akhirnya mengetahui bahawa anaknya hamil.

Dari sana, korban dan keluarga ditemani oleh kepala desa setempat melapor ke Polda Jabar.

Baca juga: Dorongan Jokowi soal Pengesahan RUU TPKS dan Harapan Perlindungan bagi Para Korban

Polisi pun melakukan penelusuran hingga mengungkap bahwa ada 12 santriwati lain yang diperkosa oleh HW, seorang guru pesantren di Bandung.

Dari kejadian itu, sejumlah korban ternyata hamil dan telah melahirkan sejumlah bayi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdami: 80 Persen Gangguan Penglihatan di Indonesia Mestinya Bisa Ditangani

Perdami: 80 Persen Gangguan Penglihatan di Indonesia Mestinya Bisa Ditangani

Nasional
Heran Sepakbola Telan Korban Ratusan, Ketua DPR Desak Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Komprehensif

Heran Sepakbola Telan Korban Ratusan, Ketua DPR Desak Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Komprehensif

Nasional
Jokowi Pimpin Upacara Parade Senja di Kemenhan

Jokowi Pimpin Upacara Parade Senja di Kemenhan

Nasional
Mahfud MD: Insya Allah Akhir Tahun RKUHP Akan Diundangkan

Mahfud MD: Insya Allah Akhir Tahun RKUHP Akan Diundangkan

Nasional
Kena 'Bully' Netizen usai Laporkan Mamat Alkatiri, ke Polisi Hillary Brigitta: Saya Bangga Jadi Baper

Kena "Bully" Netizen usai Laporkan Mamat Alkatiri, ke Polisi Hillary Brigitta: Saya Bangga Jadi Baper

Nasional
Istana: Jangan Dibiasakan 'Nge-prank' Aparat Penegak Hukum

Istana: Jangan Dibiasakan "Nge-prank" Aparat Penegak Hukum

Nasional
Pemerintah Akan Bentuk Badan Usaha Milik Otorita di IKN

Pemerintah Akan Bentuk Badan Usaha Milik Otorita di IKN

Nasional
Jokowi Akan Pimpin Langsung Jajak Pasar kepada Calon Investor IKN

Jokowi Akan Pimpin Langsung Jajak Pasar kepada Calon Investor IKN

Nasional
Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Istana: Kalau Tak Disertai Bukti, Gugatan Mengada-ada

Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Istana: Kalau Tak Disertai Bukti, Gugatan Mengada-ada

Nasional
Malam Ini, TGIPF Rapat Perdana Bahas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Malam Ini, TGIPF Rapat Perdana Bahas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Nasional
Deklarasi PSI buat Ganjar Maju Pilpres Dinilai Hanya untuk Cari Perhatian

Deklarasi PSI buat Ganjar Maju Pilpres Dinilai Hanya untuk Cari Perhatian

Nasional
Jaksa Verifikasi Barang Bukti Kasus Brigadir J, Disimpan di 6 Boks Kontainer

Jaksa Verifikasi Barang Bukti Kasus Brigadir J, Disimpan di 6 Boks Kontainer

Nasional
UPDATE 4 Oktober 2022: Bertambah 1.851, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.437.750

UPDATE 4 Oktober 2022: Bertambah 1.851, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.437.750

Nasional
Pemerintah Susun PP Atur Insentif bagi Pelaku Usaha di IKN

Pemerintah Susun PP Atur Insentif bagi Pelaku Usaha di IKN

Nasional
Bambang Pacul Pertanyakan Maksud Ganjar Posting Foto di Bawah Baliho Puan: Siap Tidur Apa Siap Gerak?

Bambang Pacul Pertanyakan Maksud Ganjar Posting Foto di Bawah Baliho Puan: Siap Tidur Apa Siap Gerak?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.