Kompas.com - 04/01/2022, 11:09 WIB
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Gus Muhaimin saat menghadiri gelar wicara bersama Pelaku Usaha di Paviliun Indonesia COP26 UNFCCC Glasgow, Senin (8/11/2021). DOK. Humas DPR RIWakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Gus Muhaimin saat menghadiri gelar wicara bersama Pelaku Usaha di Paviliun Indonesia COP26 UNFCCC Glasgow, Senin (8/11/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, Indonesia perlu belajar dari negara-negara maju untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

"Pembelajaran pertama, negara dan seluruh kebijakan-lembaga perlu semakin inklusif bermanfaat dan memajukan semua warga," kata Muhaimin saat menyampaikan pidato bertajuk "Peta Jalan Indonesia Maju", Senin (3/1/2022).

Muhaimin mengatakan, kebijakan inklusif yang dimaksud antara lain dengan menghapuskan perbudakan, memberi kebebasan bagi perempuan untuk memilih dan terlibat dalam politik.

Baca juga: Muhaimin Iskandar: Perlahan-lahan Kita Menang Melawan Pandemi, Corona Telah Kita Setrika

Selain itu, memberi subsidi dan sarana infrastruktur bagi petani dan nelayan, mendanai pembentukan sistem pendidikan publik, serta memuliakan orang lanjut usia dengan berbagai layanan dan program perlindungan.

Pembelajaran kedua, Muhaimin menyebut, negara dan kebijakan publik mesti mendukung dan melakukan investasi serta menguasai modal ilmiah dan teknologi.

"Selama ini, kita kurang mengembangkan teknolog dan modal ilmiah sehingga nilai tambah produk produk pertanian kita diambil orang lain," kata Muhaimin.

Ia mencontohkan, Korea Selatan menjadi produsen baja terbesar di dunia meski biji besinya diimpor dari Indonesia. Begitu pula dengan Belgia yang menjadi produsen coklat terkemuka meski kakaonya didatangkan dari Indonesia.

"Jika kita memiliki modal Ilmiah dan teknologi, maka Indonesia kita bisa produksi obat-obatan sendiri, produksi vaksin dan alat alat kesehatan sendiri," ujar wakil ketua DPR itu.

Baca juga: Muhaimin Dorong Pemerintah Tegas Menindak Pelaku Penyiksaan Hewan

Pembelajaran ketiga, Muhaimin menyatakan, Indonesia perlu terus menerus memperkuat kapasitas fiskal karena itu menentukan keberlanjutan sebuah negara.

Ia menyebutkan, semua negara maju memiliki kapasitas fiskal yang kuat yakni di atas 20 persen produk domestik bruto (PDB).

"Indonesia memiliki rentang wilayah laut dan daratan yang luas dengan penduduk besar namun belum dibarengi dengan dengan kapasitas fiskal yang memadai. Jangan sampai Indonesia menjadi raksasa baik hati tetapi berkaki pincang," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.