Kompas.com - 30/12/2021, 21:29 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (30/12/2021). KOMPAS.com / Tatang GuritnoMantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (30/12/2021).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin kembali menantang saksi dalam persidangan untuk melakukan sumpah mubahalah.

Kali ini yang ditantang Azis adalah mantan Bupati Lampung Tengah Mustofa.

Adapun Mustofa dihadirkan secara daring sebagai saksi untuk Azis terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ajakan melakukan sumpah diminta Azis yang merasa tidak terima dengan keterangan Mustofa yang mengaku sempat dikunjungi Azis di Lapas Sukamiskin.

Baca juga: Jadi Saksi, Aliza Gunado Mengaku Tidak Mengenal Baik Azis Syamsuddin

“Betul saudara saksi menyampaikan begitu?,” tanya Azis dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (30/12/2021).

“Ya Betul,” jawab Mustofa.

Kemudian Azis mengajak Mustofa untuk saling bersumpah mubahalah.

“Saksi bersedia tidak untuk bersumpah bersama saya, mubahalah antara kita?,” ucap Azis.

Sebelum Mustofa menjawab ketua majelis hakim Muhammad Damis memotong percakapan keduanya.

Damis meminta agar Azis menyampaikan pertanyaan lain. Damis menambahkan, soal kebenaran kesaksian merupakan penilaian hakim.

“Cukup saudara terdakwa, tanyakan (pertanyaan lain) pada saksi ini. Nanti kita berikan penilaian keterangannya,” tegas Damis.

Adapun kesaksian Mustofa yang ditampik oleh Azis adalah terkait pertemuan keduanya di Lapas Sukamiskin.

Mustofa menyebut kala itu ada dua topik perbincangan antara dirinya dengan Azis.

Pertama, pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Kedua, terkait dukungan Azis pada istri Mustofa sebagai calon Bupati Lampung Tengah.

Sebelumnya Azis juga meminta saksi bernama Agus Susanto yang bekerja sebagai sopir eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju untuk melakukan sumpah mubahalah.

Dalam persidangan Senin (13/12/2021) lalu, Azis merasa keterangan Agus berbeda dengan fakta yang terjadi.

Agus menyebut tanggal 6 April 2020 dirinya sempat mengambil sebuah sertifikat di rumah dinas Azis di kawasan Jakarta Selatan atas perintah Robin.

Saat mengambil sertifikat itu Agus mengaku Azis sudah menunggunya di teras rumah.

Baca juga: Mantan Bupati Lampung Tengah Bantah Pernah Ancam Azis Syamsuddin

Sementara Azis menampik keterangan itu karena merasa tak pernah melihat dan bertemu dengan Agus secara langsung.

Diketahui Azis didakwa memberikan uang suap pada Robin dan rekannya Maskur Husain senilai total Rp 3,6 miliar.

Jaksa menduga uang itu diberikan Azis dan Aliza Gunado agar Robin dan Maskur membantunya agar tidak terseret dalam kasus dugaan korupsi di Lampung Tengah yang sedang diselidiki KPK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bareskrim Ungkap Investasi Bodong Suntikan Modal Alat Kesehatan, Kerugian Capai Rp 110 Miliar

Bareskrim Ungkap Investasi Bodong Suntikan Modal Alat Kesehatan, Kerugian Capai Rp 110 Miliar

Nasional
Menko PMK: Angka Kecelakaan Mudik Turun 11 Persen

Menko PMK: Angka Kecelakaan Mudik Turun 11 Persen

Nasional
Wamen ATR/BPN Sebut Tak Ada Tumpang Tindih Perizinan Lahan di Kawasan IKN Nusantara

Wamen ATR/BPN Sebut Tak Ada Tumpang Tindih Perizinan Lahan di Kawasan IKN Nusantara

Nasional
Soal Distribusi Minyak Goreng, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-main, Dampaknya Mempersulit Rakyat

Soal Distribusi Minyak Goreng, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-main, Dampaknya Mempersulit Rakyat

Nasional
Jokowi: Beberapa Minggu ke Depan Harga Minyak Goreng Turun, Ketersediaan Melimpah

Jokowi: Beberapa Minggu ke Depan Harga Minyak Goreng Turun, Ketersediaan Melimpah

Nasional
UPDATE 19 Mei: Sebaran 318 Kasus Baru Covid-19, DKI Terbanyak

UPDATE 19 Mei: Sebaran 318 Kasus Baru Covid-19, DKI Terbanyak

Nasional
Alasan MKD Setop Kasus Harvey Nonton Porno: Tidak Sengaja dan Minta Maaf

Alasan MKD Setop Kasus Harvey Nonton Porno: Tidak Sengaja dan Minta Maaf

Nasional
Jokowi: Pemerintah Akan Benahi Prosedur Pasokan Minyak Goreng

Jokowi: Pemerintah Akan Benahi Prosedur Pasokan Minyak Goreng

Nasional
Lepas Masker Dibolehkan, Apakah Indonesia Masih Darurat Pandemi Covid-19?

Lepas Masker Dibolehkan, Apakah Indonesia Masih Darurat Pandemi Covid-19?

Nasional
Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Jokowi Janji Awasi Ketat Pasokan dan Harga di Dalam Negeri

Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Jokowi Janji Awasi Ketat Pasokan dan Harga di Dalam Negeri

Nasional
Menko PMK: RSDC Wisma Atlet Akan Ditutup jika Sudah Endemi

Menko PMK: RSDC Wisma Atlet Akan Ditutup jika Sudah Endemi

Nasional
Berkas Perkara Lengkap, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Segera Disidang

Berkas Perkara Lengkap, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Segera Disidang

Nasional
Survei Indo Riset: Prabowo Paling Populer, tapi Ganjar Lebih Disukai Rakyat

Survei Indo Riset: Prabowo Paling Populer, tapi Ganjar Lebih Disukai Rakyat

Nasional
Jokowi: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Kembali Mulai 23 Mei 2022

Jokowi: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Kembali Mulai 23 Mei 2022

Nasional
Menko PMK: Calon Jemaah yang Belum Divaksinasi Covid-19 Batal Berangkat Haji

Menko PMK: Calon Jemaah yang Belum Divaksinasi Covid-19 Batal Berangkat Haji

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.