Transmisi Lokal Varian Omicron, Pemerintah Diminta Intensifkan "Testing" dan "Tracing"

Kompas.com - 29/12/2021, 13:37 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mendorong pemerintah untuk menggencarkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) setelah ditemukannya kasus transmisi lokal virus corona varian Omicron di Indonesia.

"Tentu kita berharap pemerintah mengintensifkan tracing dan testing. Sekarang kan kayak kemarin orang sudah keluar ternyata dia transmisi lokal. Kalau yang transmisi lokal ini benar-benar harus di-tracing dengan siapa dia punya kontak erat," kata Saleh saat dihubungi, Rabu (29/12/2021).

Politikus PAN itu berpandangan, kasus ini juga menjadi momen pembuktian bagi efektivitas aplikasi PeduliLindungi dalam melacak penyebaran Covid-19.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Berperan Aktif Cegah Penyebaran Omicron

Sebab, kata Saleh, kasus varian Omicron tersebut semestinya memindai aplikasi PeduliLindungi saat tiba di restoran yang disebut pernah ia sambangi.

"Jadi yang di-testing tracing itu adalah hanya orang yang pernah makan pada jam makan dia di situ. Hasilnya bisa dicek sekarang orang itu di mana kalau memang PeduliLindungi-nya efektif," kata Saleh.

Ia melanjutkan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah penemuan kasus Omicron.

Menurut Saleh, level PPKM perlu ditingkatkan bila data yang dimiliki pemerintah menunjukkan situasi semakin gawat.

"Jika memang transmisi ataupun penyebaran virus ini dianggap sudah memang perlu mendapat perhatian lebihs serius dan pengetatan lebih serius, maka levelisasi bisa dinaikkan dari 2 menjadi 3 misalnya," ujar dia.

Baca juga: Menkes: Ada Kasus Omicron Ditemukan dari Aplikasi PeduliLindungi

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan adanya satu kasus penularan lokal varian Omicron.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, satu pasien Covid-19 varian Omicron tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan kontak erat dengan pelaku perjalanan luar negeri.

"Terbaru kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri," kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.