Aiman Witjaksono
Host & Produser Eksekutif Program AIMAN KompasTV

Host & Produser Eksekutif Program AIMAN | AIMAN setiap senin, Pukul 20.30 WIB di KompasTV

Aiman dan Jenderal Dudung yang Tak Terbendung

Kompas.com - 28/12/2021, 10:20 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memimpin acara syukuran pperingatan HUT ke- 56 Divisi Infantri (Divif)-1 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Cilodong, Jawa Barat, Kamis (23/12/2021). DispenadKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman memimpin acara syukuran pperingatan HUT ke- 56 Divisi Infantri (Divif)-1 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Cilodong, Jawa Barat, Kamis (23/12/2021).
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

HAMPIR seharian di hari itu, sejak sebelum subuh saya dan Tim sudah bersiap untuk mewawancarai Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Dudung Abdurachman di Markas Besar TNI AD (Mabesad) di kawasan Monas Jakarta Pusat. sekitar pukul 6 pagi, kami tiba di Mabesad. Sejumlah perwira militer juga tengah bersiap untuk melakukan upacara.

Tak berapa lama, Jenderal Dudung datang. Upacara jajar kehormatan telah disiapkan untuk dijalankan. Satu hal yang saya belum pernah melihat sebelumnya, satu persatu pakaian prajurit berpangkat Prada dan Pratu, diperiksa oleh Sang Jenderal. Bukan hanya soal kerapian, tetapi dari mana ia membeli baju, sendiri atau lewat kesatuan.

Baca juga: Dudung Abdurachman Minta Prajurut TNI AD Netral Jelang Tahun Politik

 

"Selayaknya para prajurit, tidak membeli pakaian sendiri, tetapi harus disiapkan oleh negara, dan itu menjadi tugas saya untuk menyiapkan!" ungkapnya kepada saya secara eksklusif di Program AIMAN yang tayang di Kompas TV setiap hari Senin, pukul 8 malam.

Saya kemudian diajak ke ruangan "sakral" yang belum pernah dimasuki wartawan sekalipun. Ruang kerja utama Sang Jenderal di Mabesad. Saya berpikir ruangan yang sangat luas, ternyata hanya terdiri dari dua ruangan sedang untuk bekerja dan rapat, dan satu kamar untuk berganti pakaian dan kamar mandi.

Yang mencuri perhatian saya adalah layar-layar yang terpampang di ruangan Sang Jenderal. Saya tanyakan, "Apa ini, Jenderal?" merujuk pada satu layar yang berisi grafik piramida.

Sang Jenderal menjawab, itu adalah posisi jabatan para prajurit TNI AD, dari atas (jenderal) sampai terbawah, prajurit dua (Prada).

Sebegitu pentingnya jenjang karier ratusan ribu Prajurit TNI AD, sehingga ada satu layar yang khusus memampang informasi tentangnya. Bagaimana pengembangannya, bagaimana kendalanya, dan bagaimana solusinya. Di sisi lain, ada pula tiga layar lainnya, yang saya tunjukkan di tayangan AIMAN.

Hari itu, saya berencana ikut Jenderal Dudung untuk menghadiri ulang tahun Divisi I Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang berlokasi di Cilodong, Depok, Jawa Barat. Saya pergi bersama Sang Jenderal menuju ke sana.

Di perjalanan saya berbicara ngalor-ngidul, soal kiprah selama ini Jenderal Dudung, yang memiliki warna, terkadang punya konsekuensi pro dan kontra, tapi tetap dijalankan, bagaikan tak berhenti menantang badai.

Saya bertanya soal patung Pak Harto, Pak Nasution, dan Pak Sarwo Edhie, yang "hilang" dari Museum Kostrad, saat dirinya menjadi Pangkostrad. Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sempat mengatakan PKI sudah merasuk ke tubuh TNI terkait hal itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.