Kompas.com - 27/12/2021, 07:54 WIB
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/12/2021). Ketua Umum PBNU petahana, Said Aqil Siraj mengumumkan kesediaannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 di Muktamar ke-34 NU, Lampung. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc. Rivan Awal LinggaCalon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/12/2021). Ketua Umum PBNU petahana, Said Aqil Siraj mengumumkan kesediaannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 di Muktamar ke-34 NU, Lampung. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MUKTAMAR ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung, sudah berakhir. Kaderisasi, regenerasi dan suksesi berlangsung dengan baik dan dinamis. Kepemimpinan beralih dari Prof Dr KH Said Aqil Siradj ke muridnya, kadernya, suksesornya, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Bahwa tetap maju sebagai kandidat dalam pemilihan ketua umum, itu tak lebih dari cara Kiai Said memastikan sudah tiba waktunya Gus Yahya menerima tongkat estafet.

Setelah dalam tahap penjaringan calon ketua umum Gus Yahya menangguk suara melampui suara dukungan kepada dirinya, Kiai Said kian merasa lega. Sebagai "syaikhul masyayikh" di PBNU, Kyai Said semakin yakin bahwa Gus Yahya benar-benar siap.

Baca juga: Sampaikan Terima Kasih ke Said Aqil, Yahya Staquf: Keberhasilan Ini Milik Beliau

Dengan langkah bak "mufti agung" NU, Kiai Said maju, berdiri di depan pelantang, memegang microphone, lalu berujar "Saya siap maju ke pemilihan ketua umum." Pernyataan itu disambut riuh rendah.

Dari balik maskernya, muktamirin dapat membayangkan senyum Kiai Said. Senyum yang khas, tulus, dan penuh keakraban. Kiai Said senang, secara prosedural dan substansial, demokrasi syuro di NU terjaga dan berjalan dengan baik dan benar.

Dia sudah menghitung, Gus Yahya akan mendapat mandat, bukan hanya dari dirinya sebagai the big mentor, tapi yang paling penting dari muktamirin. Dan benar, Gus Yahya tetap leading.

Tafsir isyaari

Dada Kiai Said meluas. Tarikan nafasnya panjang. Syaraf-syaraf di wajahnya mengendur dan rileks. Bahagia lahir batin. Penting diperhatikan, selain Gus Yahya, dapat dipastikan belum muncul kader lain yang cukup kualifikasi, dan bisa meruntuhkan dominasi Kiai Said dari PBNU.

Dia adalah tokoh penuh pengaruh, kurang lebih 27 tahun mengabdi di jajaran elite PBNU. Figur besar dengan ilmu pilih tanding, jaringannya luas, aksesnya tak diragukan. Tokoh yang yang komplit!

Kiai Said telah menetapkan standar. Dan standar itu adalah dirinya sendiri. Siapa bisa berkontestasi dengannya, maka kader tersebut memang benar-benar pantas meneruskan kepemimpinan di jam'iyyah diniyah dan ijtima'iyah dengan jemaah terbanyak di dunia itu.

Yang pertama-tama didapat Gus Yahya dalam tahapan ini adalah restu dan doa. Terbukti, Kiai Said tak pernah menarik restunya dari Gus Yahya, dan doanya diijabah. Dua hal itu, sangat utama di dunia pesantren. Dunia santri dengan kiainya. Dunia NU.

NU kaya akan perlambang. Restu dan doa adalah isyarat tertinggi dalam kehidupan rohani dan spiritual nahdliyin.

Sembari memberi jalan kepada Gus Yahya untuk menebalkan kadar pengenalan dan kepercayaan umat di tingkat wilayah, cabang, majelis wakil cabang, ranting dan anak ranting, lewat jalan "senyap", Kiai Said menyusun sendiri tahapan suksesi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Ungkap Alasan Tolak UAS, Kemendagri Singapura: Ceramahnya Merendahkan Agama Lain

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Kemendagri Singapura: UAS Ditolak Masuk karena Dinilai Sebar Ajaran Ekstremis

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Alfamidi Tegaskan Tersangka Kasus Suap Perizinan di Kota Ambon Bukan Pegawainya

Nasional
Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Golkar Tak Masalah PPP-PAN Punya Capres Lain untuk Pilpres 2024

Nasional
Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Sayangkan Kebijakan Jokowi, Epidemiolog: Belum Cukup Aman Lepas Masker, Jangan Terburu-buru

Nasional
Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Dalami Alasan UAS Ditolak Masuk, KBRI Kirim Nota Diplomatik ke Kemlu Singapura

Nasional
Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Menkes Sebut Pelonggaran Masker di Area Terbuka Bagian dari Transisi Menuju Endemi

Nasional
Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Menkes: Kasus Covid-19 Usai Lebaran Terkendali jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.