Kompas.com - 27/12/2021, 07:48 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, mulai banyak daerah yang malas melakukan testing dan tracing kasus Covid-19 karena menganggap sudah tidak ada lagi penularan Covid-19 di daerah-daerah tersebut.

Padahal, di sisi lain, pemerintah tengah mewaspadai penyebaran kasus varian Omicron yang lebih cepat transmisinya ketimbang varian Covid-19 sebelumnya.

"Beberapa hari terakhir ada penurunan (testing dan tracing) karena di beberapa tempat sudah nol kasus, sehingga malas testing dan tracing," kata Luhut ketika konferensi pers Evaluasi PPKM secara daring, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Catat 8 Kasus Omicron, Pemerintah Perketat Upaya Testing dan Tracing di Seluruh Pintu Kedatangan

Ia pun mengimbau agar testing dan tracing kian digencarkan lantaran banyak kasus orang yang tertular varian Omicron termasuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

Luhut juga menyampaikan, penguatan testing dan tracing diperlukan untuk mengidentifikasi penyebaran kasus secara lebih cepat.

 

Dengan demikian, pemerintah bisa melakukan langkah lanjutan yang cepat pula, salah satunya dengan melakukan lockdown di level mikro seperti yang diterapkan di Wisma Atlet saat kasus varian Omicron pertama diumumkan sepekan yang lalu.

"Testing dan tracing membantu kita mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan ccepat dan mengisolasi penyebaran kasus tidak meluas," ucap Luhut.

"Melalui testing dan tracing yang kuat bisa dilakukan langkah lockdown di level mikro, seperti di Wisma Atlet, dapat diimplementasikan seandainya terjadi transmisi lokal varian Omircon yang sudah terdeteksi," kata dia.

Baca juga: Total 46 Kasus Omicron, Satu di Antaranya Nakes Wisma Atlet

Saat ini total kasus varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia sebanyak 46 kasus.

Pada hari Minggu (26/12/2012) kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penambahan kasus Covid-19 akibat penularan varian virus corona B.1.1.529 atau varian Omicron sebanyak 27 kasus.

“Saat ini Sebagian besar telah menjalani karantina di Wisma Atlet dan sebagian lagi di RSPI Sulianti Saroso," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes RI, Minggu (26/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.