Ishaq Zubaedi Raqib
Mantan Wartawan

Ketua LTN--Infokom dan Publikasi PBNU

Selamat Datang, "Presiden" Yahya yang Menghidupkan!

Kompas.com - 24/12/2021, 10:53 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Aktivisme setiap cabang "kekuasaan" di NU pada semua tingkatan, tidak dianggap benar dan berstatus wanprestasi jika menyimpang dari frame NU tingkat nasional.

Menghidupkan NU

Dengan begitu, menghidupkan Gus Dur adalah menghidupkan NU dalam cakupan yang luas.

Menghidupkan kantung-kantung budaya pesantren dalam konstruksi jam'iyyah yang saling terkoneksi.

Maka, PBNU bekerja layaknya kabinet, PWNU adalah "pemerintahan" NU di tingkat provinsi.

Begitu juga PC "memerintah" NU di kabupaten dan kota, serta kepengurusan MWC di kecamatan dan ranting di desa/kelurahan.

Lembaga-lembaga yang tersedia, badan otonom dan lajnah, menjelma mesin raksasa birokrasi NU.

Mesin ini memiliki rentang kendali yang didisain secara modern, dari pusat menjangkau hingga ke daerah dan ranting.

Ujung tombak implementasi ada PCNU, fungsi PWNU lebih pada kordinasi dan PBNU menjadi markas besar dan pusat kendali.

Kehadiran Ketua Umum tidak selalu secara fisik, tapi bisa terwakili lewat program kerja.

Kekhasan potensi, keluasan dan kekurangan yang menyebabkan munculnya kerterbatasan di masing-masing daerah, harus menjadi pertimbangan utama setiap dilakukan eksekusi program.

Ini penting dilakukan, untuk memastikan strategi mencapai target nasional dan internasional, berjalan dengan benar.

Terkait kebutuhan ini semua, maka pembentukan lembaga antarsatu PCNU dengan PCNU lainnya, tidak mesti selalu seragam.

Dengan target dan pendekatan yang tidak sama pada sejumlah program kerja, maka dibutuhkan sosok-sosok terampil, memiliki keahlian, dan dibekali kemampuan organisasi yang memadai secara kualitatif dan moral.

Dia memiliki ketajaman batin untuk bisa mengukur kebutuhan umat yang tidak selalu sama pada setiap daerah.

Para penanggungjawab program harus memenuhi kualifikasi untuk mengelola instrumen yang ditetapkan.

Untuk operasionalisasi program dan optimalisasi sasaran dan target, NU memiliki modalitas yang memadai.

Tenaga ahli dan profesional NU melimpah. Para sarjana berkualifikasi. Kemampuan anak-anak NU tidak berada di bawah standar anggota kabinet.

Mereka akan menjadi conterpart yang sepadan, misalnya, bagi menteri pertanian, menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri umkm, atau menteri kelautan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.