Kompas.com - 23/12/2021, 09:38 WIB
Kepala LAN Adi Suryanto dalam acara acara gelar wicara dan soft launching Karya Tulis Ilmiah Dari LAN untuk Negeri dan ASN Unggul Mobile dan Gamifikasi di Aula Agus Dwiyanto, Kantor LAN Veteran, Jakarta, Rabu (22/12/2021). DOK. Humas LANKepala LAN Adi Suryanto dalam acara acara gelar wicara dan soft launching Karya Tulis Ilmiah Dari LAN untuk Negeri dan ASN Unggul Mobile dan Gamifikasi di Aula Agus Dwiyanto, Kantor LAN Veteran, Jakarta, Rabu (22/12/2021).

KOMPAS.com – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto mengatakan, pihaknya terus melakukan terobosan untuk merespons dinamika dan diskursus ilmu pengetahuan melalui pemberdayaan gagasan pegawai dalam penulisan karya tulis ilmiah.

“Hasilnya adalah peluncuran delapan karya tulis ilmiah (KTI), aparatur sipil negara (ASN) Unggul Mobile, dan aplikasi pengembangan kompetensi ASN berbasis digital yaitu gamifikasi,” ujarnya.

Dia mengatakan itu dalam acara gelar wicara dan soft launching "Karya Tulis Ilmiah dari LAN untuk Negeri dan aplikasi ASN Unggul Mobile dan Gamifikasi" di Aula Agus Dwiyanto, Kantor LAN Veteran, Rabu (22/12/2021).

Adi mengatakan, LAN sebagai instansi pembina pelatihan berupaya terus mendorong lembaga pelatihan pemerintah menyelenggarakan pelatihan dan pembelajaran berkualitas yang mengedepankan fleksibilitas belajar, di mana pun dan kapan pun.

Oleh karenanya, ASN Unggul versi mobile dan juga aplikasi gamifikasi diharapkan membuat proses pembelajaran lebih adaptif, fleksibel, dan menyenangkan.

Baca juga: Sistem Merit LAN Kembali Raih Predikat Sangat Baik dari KASN

“Dengan begitu, prinsip continuous learning dapat seutuhnya melekat dalam diri setiap ASN,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/12/2021).

Adi juga menjelaskan, aplikasi gamifikasi juga dapat menawarkan proses pembelajaran yang seru dan menyenangkan dengan penggunaan prinsip logika permainan dalam pembelajaran.

Dia menyebutkan, gamifikasi akan menjamin motivasi dan engagement peserta yang tinggi karena berbasis pada pemecahan kasus secara kolaboratif dan kompetitif.

Adi menambahkan, delapan KTI yang diluncurkan diharapkan dapat bertindak sebagai corong pengetahuan guna memotret isu-isu krusial administrasi negara yang berkembang hari ini dan ke depan.

KTI tersebut juga dapat menjadi referensi penting bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam mengembangkan khasanah pengetahuan baru dalam pemerintahan.

Baca juga: Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.