Kompas.com - 21/12/2021, 08:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengusulkan agar pemerintah kembali mengaktifkan tempat-tempat karantina terpusat untuk mengatasi banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang telantar untuk mendapatkan fasilitas karantina sepulang dari luar negeri.

Kurniasih mengaku mendapat laporan bahwa banyak PMI yang harus menunggu berjam-jam hingga dini hari untuk mendapatkan fasilitas karantina dari pemerintah sesuai dengan keputusan Satgas Covid-19 nasional.

"Pemerintah bisa membuka tambahan kamar segera di fasilitas milik pemerintah termasuk bekerja sama dengan aset milik pemda. Kasihan teman-teman PMI seperti tidak diurus. Pemerintah menyebut mereka pahlawan lho, perlakukan dengan layak dan baik," kata Kurniasih dalam siaran pers, Senin (20/12/2021).

Baca juga: Viral, Video PMI Telantar Berjam-jam untuk Karantina di Wisma Atlet

Tempat karantina terpusat yang diusulkan untuk dibuka kembali antara lain Rumah Susun Pasar Rumput, Asrama Haji Pondok Gede, ataupun dengan memanfaatkan aset-aset milik pemerintah daerah.

Politikus PKS itu berpandangan, menumpuknya PMI disebabkan oleh adanya program pemulangan tetapi tak didukung dengan insfratruktur di dalam negeri untuk karantina.

Ia pun mengaku mendapat laporan bahwa para PMI ditawari untuk karantina ke hotel-hotel dengan biaya sendiri agar tidak menunggu antrean lebih lama.

"Ingat PMI adalah kelompok yang mendapatkan fasilitas gratis karantina mandiri yang disediakan pemerintah. BP2MI harus cari solusi segera bersama Satgas Covid-19 nasional menyelesaikan kebutuhan mendesak ini," ujar Kurniasih.

Baca juga: Soal Praktik Penempatan PMI Ilegal, Kepala BP2MI: Negara Tak Boleh Kalah

Sebelumnya, video penumpukan antrean TKI yang hendak menjalani karantina sepulang dari luar negeri di bandara Soekarno-Hatta pun beredar pada Senin.

Perekam video yang adalah seorang perempuan mengaku sedang menunggu karantina kesehatan di Wisma Atlet, Jakarta. Dia baru tiba dari luar negeri seusai berlibur.

Sedangkan kebanyakan penumpang pesawat yang sedang menunggu karantina bersamanya adalah PMI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.