Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/12/2021, 19:29 WIB

KOMPAS.com – Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono berharap, program rehabilitasi mangrove dapat memulihkan fungsi ekologis dan ekonomi Indonesia.

Funsgi ekologis, kata dia, yakni mangrove dijadikan sebagai jasa lingkungan untuk mencegah terjadinya abrasi, intrusi air laut, dan tempat pemijahan biota laut.

"Fungsi secara ekonomi, mangrove diharapkan memberikan pendapatan tambahan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Secara geopolitik, yaitu menjaga tepi batas keutuhan negara Indonesia," ucap Hartono, dikutip dari keterangan pers resminya, Senin (20/12/2021).

Hal itu disampaikan Hartono saat menghadiri “Mangrove Week” di Jakarta Convention Center (JCC), Senin. Gelaran ini sekaligus untuk merayakan pembentukan BRGM oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 120 Tahun 2021.

Baca juga: Kepala BRGM Sebut Restorasi Gambut di Kubu Raya, Kalbar Didukung Banyak Pihak

Dalam kesempatan itu, Hartono menceritakan, sebelum menjadi BRGM, badan restorasi yang ia pimpin awalnya hanya Badan Restorasi Gambut (BRG) yang berfokus pada restorasi gambut.

“Tapi dengan mandat baru dan adanya komitmen Presiden Jokowi untuk meningkatkan kontribusi terhadap Paris Agreement, BRG diubah menjadi BRGM,” ujarnya.

Tak hanya restorasi gambut, lanjut Hartono, pihaknya juga mendapat tambahan mandat untuk merehabilitasi mangrove Indonesia yang rusak kritis.

Untuk masa kerja BRGM sendiri adalah empat tahun, dari 2021 hingga 2024. Target yang telah ditetapkan, untuk gambut seluas 1,2 juta hektare (ha). Sementara itu, target mangrove sekitar 600.000 ha.

Baca juga: Peringati HMPI, BRGM Gencarkan Penanaman Mangrove

“Tahun 2021, target rehabilitasi mangrove adalah 33.000 ha. BRGM telah rampungkan rehabilitasi mangrove di areal seluas 34,5.000 dengan melibatkan 400.000 tenaga kerja,” ucap Hartono.

Artinya, imbuh dia, BRGM sudah melebihi target rehabilitasi mangrove. Menurutnya, penyelesaian target rehabilitasi mangrove tak luput dari dukungan masyarakat sebagai kunci keberhasilan penanaman bibit mangrove BRGM.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, Hartono menjelaskan, kerangka pelaksanaan rehabilitasi mangrove BRGM 2021 juga melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Selain penanaman bibit mangrove, BRGM sendiri telah membentuk Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM). Pembentukan desa ini guna memastikan terjadinya keberlanjutan dan perlindungan ekosistem mangrove.

Baca juga: BRGM Bantu Masyarakat Desa Talio Hulu, Kalteng Budidayakan Jeruk di Lahan Gambut

“Tahun 2021, BRGM telah membentuk 220 DPMG yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan 30 DMPM yang sumber dari pendanaan program Kedaulatan Indonesia Dalam Reka Cipta (Kedaireka),” ujar Hartono.

Lebih lanjut Hartono menyampaikan, skema pendanaan rehabilitasi mangrove ke depannya akan lebih beragam. Tidak hanya lewat APBN semata, tetapi juga dari bantuan luar negeri dan pendanaan swasta.

Untuk diketahui, rehabilitasi mangrove merupakan program lintas kementerian, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP).

Selain kementerian, program tersebut juga didukung oleh pemerintah daerah (pemda), non-governmental organization (NGO), dan universitas.

Baca juga: Luhut: Program Rehabilitasi Mangrove akan Jadi Isu Penting Saat KTT G20

Perlu koordinasi antarkementerian

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dedi Mulyadi mengatakan, diperlukan koordinasi antarkementerian dan pembentukan program rehabilitasi mangrove dengan skala yang lebih besar.

"Jangan lagi bikin proyek yang kecil-kecil dan terlalu tersebar. Karena Indonesia itu sangat luas. Perlu juga dilakukan pembagian tugas," ujarnya saat memberikan sambutan dalam gelaran Mangrove Week.

Dedi berpesan, program selanjutnya dapat mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan, laut, dan mangrove serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Serius soal Perubahan Iklim, Jokowi Akan Ajak Pemimpin G20 ke Hutan Mangrove di Bali

Program berkelanjutan itu, kata dia, agar dapat membuat masyarakat sejahtera. Sebab, Dedi meyakini bahwa permasalahan mangrove akan membesar dikemudian hari manakala tidak dilakukan secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia berharap, Mangrove Week yang diadakan selama tiga hari sampai Rabu (22/12/2021) di JCC tersebut dapat diselenggarakan di lokasi rehabilitasi mangrove dan mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman bibit mangrove.

"Saya ingin kegiatan selanjutnya diselenggarakan di lokasi dengan mangrove yang sudah direhabilitasi. Ini sekaligus mengajak masyarakat yang sudah mendapat manfaat serta daya dukung ekonomi," ucap Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pemilu 2024, Jokowi Pesan TNI-Polri Jaga Kondusivitas dan Tak Ikut Politik Praktis

Jelang Pemilu 2024, Jokowi Pesan TNI-Polri Jaga Kondusivitas dan Tak Ikut Politik Praktis

Nasional
Jokowi Tugaskan TNI-Polri Jaga Industrialisasi, Berantas Praktik Tambang dan Ekspor Ilegal

Jokowi Tugaskan TNI-Polri Jaga Industrialisasi, Berantas Praktik Tambang dan Ekspor Ilegal

Nasional
Densus 88 Sebut Oknum Polisi yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Sering Lakukan Pelanggaran

Densus 88 Sebut Oknum Polisi yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Sering Lakukan Pelanggaran

Nasional
KG Media Hadirkan Gagas RI, Panggung bagi Anak Bangsa yang Punya Gagasan Besar untuk Indonesia

KG Media Hadirkan Gagas RI, Panggung bagi Anak Bangsa yang Punya Gagasan Besar untuk Indonesia

Nasional
Jokowi Minta TNI-Polri Punya Visi yang Sama, Jaga Hilirisasi Berjalan Baik

Jokowi Minta TNI-Polri Punya Visi yang Sama, Jaga Hilirisasi Berjalan Baik

Nasional
Tiba di PN Jakarta Barat, Enam Anak Buah Irjen Teddy Hadiri Sidang Lanjutan

Tiba di PN Jakarta Barat, Enam Anak Buah Irjen Teddy Hadiri Sidang Lanjutan

Nasional
Bubarnya GP Mania Sebelum Benar-benar Berjuang untuk Ganjar Pranowo...

Bubarnya GP Mania Sebelum Benar-benar Berjuang untuk Ganjar Pranowo...

Nasional
RUU Kesehatan Omnibus Law: Diprotes IDI dan Partai Buruh, tapi Tetap 'Digas' DPR

RUU Kesehatan Omnibus Law: Diprotes IDI dan Partai Buruh, tapi Tetap "Digas" DPR

Nasional
Elektabilitas Nasdem Diprediksi Turun jika Terus 'Main Dua Kaki', Usung Anies tapi Tak Mau Pisah dari Jokowi

Elektabilitas Nasdem Diprediksi Turun jika Terus "Main Dua Kaki", Usung Anies tapi Tak Mau Pisah dari Jokowi

Nasional
Ketua Komisi II DPR Bakal Dalami Isu Perpanjangan Masa Jabatan Kades dan Penghapusan Gubernur

Ketua Komisi II DPR Bakal Dalami Isu Perpanjangan Masa Jabatan Kades dan Penghapusan Gubernur

Nasional
KPK Geledah Kantor Dinas PU Pemprov Papua Terkait Kasus Lukas Enembe

KPK Geledah Kantor Dinas PU Pemprov Papua Terkait Kasus Lukas Enembe

Nasional
Janji-janji Jokowi Setelah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot

Janji-janji Jokowi Setelah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot

Nasional
Eks Ketua Bawaslu Gelisah Bawaslu Sekarang Banyak Tak Tahu soal Dugaan Kecurangan Pemilu

Eks Ketua Bawaslu Gelisah Bawaslu Sekarang Banyak Tak Tahu soal Dugaan Kecurangan Pemilu

Nasional
Kubu Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo Bacakan Duplik Hari Ini

Kubu Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo Bacakan Duplik Hari Ini

Nasional
Saat Sandiaga Enggan Bahas Utang Rp 50 Miliar yang Disebut Tim Anies Sudah Selesai...

Saat Sandiaga Enggan Bahas Utang Rp 50 Miliar yang Disebut Tim Anies Sudah Selesai...

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.