Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/12/2021, 19:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, 230 unit rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan mengalami kerusakan pascagempa bumi bermagnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021).

"Selain rumah, satu unit gedung sekolah, dua bangunan tempat ibadah dan satu rumah jabatan kepala desa juga terdampak gempa bumi," kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa.

Abdul mengatakan, laporan visual yang didapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar, kerusakan tersebut terpantau mulai dari bangunan pagar beton, dinding, hingga atap rumah warga.

Baca juga: BMKG: Meski Peringatan Dini Tsunami Gempa NTT Berakhir, Waspadai Gempa Susulan

Adapun dari data yang dihimpung per Selasa pukul 16.04 waktu setempat, gempa bumi M 7,4 dirasakan dan berdampak di tiga provinsi yang meliputi; Nusa Tenggara Timur yaitu Kabupaten, Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Sabu Raijua, Kota Bau Bau dan Kabupaten Manggarai Barat.

Kemudian, Kota Makassar dan Kabupaten Selayar di Sulawesi Selatan dan Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis peringatan dini tsunami dari gempabumi M7.4 tersebut.

Namun, saat ini peringatan itu dinyatakan telah berakhir.

Di samping itu, BMKG mencatat setidaknya sudah terjadi lima kali gempa bumi susulan (aftershock) yang terjadi setelah gempa bumi M 7.4.

Rinciannya yaitu M 5.6 pada pukul 10.41 WIB di 7.81 LS dan 122.34 BT, M 5.5 pada pukul 10.47 WIB di 7.55 LS dan 121.75 BT, M 5.0 pada pukul 12.46 WIB di 7.45 LS dan 121.38 BT, M 5.4 pada pukul 15.31 WIB di 7.59 LS dan 122.40 BT dan M 5.2 pada pukul 15.57 WIB di 7.70 LS dan 122.40 BT.

Baca juga: Gempa di NTT, BNPB Sebut Guncangan Terasa di Flores Timur hingga Makkasar

Terakhir, Abdul mengatakan, saat ini, seluruh anggota BPBD setempat telah turun ke lapangan untuk melakukan kajian cepat dan monitoring dampak yang ditimbulkan dari gempa bumi tersebut.

Sebelumnya diberitakan, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi magnitudo 7,4 di barat laut Larantuka, NTT, Selasa.

Dikutip dari situs BMKG, gempa terjadi pada 10.20 WIB.

Lokasi gempa berada 113 km barat laut Larantuka, NTT tepatnya di 7.59 lintang selatan dan 122.24 bujur timur.

Baca juga: Kemensos Kirim 10.000 Pak Makanan Siap Saji untuk Korban Gempa di NTT

Gempa tersebut memicu munculnya peringatan dini tsunami di beberapa daerah, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.

Saat ini BMKG sudah resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di daerah-daerah Nusa Tenggara Timur, setelah kenaikan permukaan air laut tidak lagi terdeteksi dalam 2 jam terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Pemilu 2024

Jadwal Pemilu 2024

Nasional
Daftar Partai Politik Pemilu 2024

Daftar Partai Politik Pemilu 2024

Nasional
Dukung Kasus Kabasarnas Diusut Koneksitas, Pakar Singgung Rahasia Militer

Dukung Kasus Kabasarnas Diusut Koneksitas, Pakar Singgung Rahasia Militer

Nasional
Pakar Tetap Dorong Kasus Kabasarnas Ditangani Secara Koneksitas

Pakar Tetap Dorong Kasus Kabasarnas Ditangani Secara Koneksitas

Nasional
Megawati Cerita Proses Terbentuknya BRIN, Berawal dari Pertanyaan Jokowi soal 'Research' Indonesia yang Amburadul

Megawati Cerita Proses Terbentuknya BRIN, Berawal dari Pertanyaan Jokowi soal 'Research' Indonesia yang Amburadul

Nasional
Perilaku Lukas Enembe Dikeluhkan Tahanan KPK, Pengacara: Kami Sudah Minta Jadi Tahanan Kota

Perilaku Lukas Enembe Dikeluhkan Tahanan KPK, Pengacara: Kami Sudah Minta Jadi Tahanan Kota

Nasional
Uskup Jayapura Sebut Kekerasan Belum Mampu Selesaikan Konflik Papua

Uskup Jayapura Sebut Kekerasan Belum Mampu Selesaikan Konflik Papua

Nasional
TNI 'Datangi' Mapolrestabes Medan Dinilai Halangi Penegakan Hukum

TNI "Datangi" Mapolrestabes Medan Dinilai Halangi Penegakan Hukum

Nasional
Megawati Wanti-wanti Peneliti Tak Main-main dengan Dana BRIN

Megawati Wanti-wanti Peneliti Tak Main-main dengan Dana BRIN

Nasional
Megawati: Kalau Ada Periset Berpolitik Menggunakan Nama BRIN, 'Get Out!'

Megawati: Kalau Ada Periset Berpolitik Menggunakan Nama BRIN, "Get Out!"

Nasional
Elektabilitas Anies di Bawah Ganjar dan Prabowo, Pengamat: Internal Koalisi Perubahan Belum Solid

Elektabilitas Anies di Bawah Ganjar dan Prabowo, Pengamat: Internal Koalisi Perubahan Belum Solid

Nasional
Jokowi Bertemu Sekjen OKI, Bahas Persoalan Afghanistan dan Rohingnya

Jokowi Bertemu Sekjen OKI, Bahas Persoalan Afghanistan dan Rohingnya

Nasional
Imbas Kasus Kabasarnas, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Jokowi Tarik Anggota TNI Aktif yang Duduki Jabatan Sipil

Imbas Kasus Kabasarnas, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Jokowi Tarik Anggota TNI Aktif yang Duduki Jabatan Sipil

Nasional
Anggota Komisi I Dorong Pom TNI Pelajari Kasus Penggerudukan Mapolrestabes Medan

Anggota Komisi I Dorong Pom TNI Pelajari Kasus Penggerudukan Mapolrestabes Medan

Nasional
Tanggal 9 Agustus Memperingati Hari Apa?

Tanggal 9 Agustus Memperingati Hari Apa?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com