Kompas.com - 14/12/2021, 17:44 WIB

Kepala Pusriskel I Nyoman Radiarta menjelaskan, pihaknya turut menggagas pembentukan data center yang memberikan data hasil analisis sebagai dasar kebijakan eselon I lingkup Kementerian KP.

“Hasil analisis ini bisa berupa data oseanografi, budi daya laut, dan lainnya,” terangnya.

Di bawah Pusriskel, BRSDM berhasil meluluskan 18 rekomendasi kebijakan hasil riset perikanan, 243 karya tulis ilmiah riset perikanan yang sudah dipublikasikan, 17 teknologi hasil riset perikanan, hingga informasi stok sumber daya perikanan.

Baca juga: Wujudkan Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Budi Daya Lele Sistem Bioflok di Konawe

“Untuk informasi stok sumber daya perikanan itu dilakukan melalui stock assessment di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dan lima Kawasan Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan (KPPPUD),” terang Nyoman.

Ia melanjutkan, sepanjang 2021, sebanyak 31 hasil riset Pusriskel diserahkan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Budidaya sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas perikanan budi daya.

Ada pula distribusi calon induk varietas unggul ke seluruh wilayah Indonesia. Rinciannya adalah 8.961 paket lele mutiara ke 218 kabupaten atau kota di 31 provinsi, 87.400 ekor nila Srikandi untuk 36 kabupaten atau kota di 15 provinsi, serta 16.378 ikan mas Mustika ke 25 kabupaten atau kota di 12 provinsi.

“Kemudian ada 13.902 ekor calon induk udang galah GI Macro II di 26 kabupaten atau kota di delapan provinsi serta 33.000 calon induk dan 1.115 indukan patin Perkasa untuk 11 kabupaten atau kota di tujuh provinsi,” ucapnya.

Baca juga: Kementerian KP Diseminasikan Keunggulan Tambak Milenial kepada Generasi Muda

BRSDM melalui Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) sepanjang 2021 telah mengembangkan produk turunan bioteknologi laut, diantaranya bioplastik rumput laut merah.

Produk tersebut merupakan inovasi plastik biodegradable berbahan baku polimer alami lokal yang aman dan berdaya saing.

Selanjutnya, ada kapsul nutraseutikal minyak ikan yang merupakan hasil samping dari pengolahan ikan patin. Inovasi ini dapat digunakan sebagai komposisi suplemen pangan.

Kemudian ada juga pengembangan metode dan aplikasi untuk mendeteksi penyalahgunaan formaldehid yang kerap ditambahkan sebagai bahan pengawet untuk ikan segar.

Baca juga: Kementerian KP Akan Tingkatkan Fasilitas Produksi Kampung Budi Daya Ikan Patin di Lebak

Melalui inovasi itu, pengawas perikanan maupun inspektur mutu perikanan diharapkan bisa memiliki tools untuk mendeteksi penyalahgunaan bahan pengawet berbahaya di produk perikanan segar.

Di samping itu, BRSDM lewat Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) telah merilis indeks kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan (IKMKP) tahun 2020 yang merupakan salah satu indikator kinerja utama (IKU) Kementerian KP.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.