Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Satgas Covid-19 Bentuk Relawan LDP untuk Pendampingan Psikososial Masyarakat Rentan

Kompas.com - 13/12/2021, 19:15 WIB
Dwi NH,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Dampak pandemi tidak hanya menggerus perekonomian, tetapi juga mengganggu kesehatan jiwa masyarakat. Hal ini merupakan fenomena nyata yang harus segera disikapi.

Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Andre Rahadian mengatakan, aspek psikososial perlu mendapat perhatian. Sebab, dampak jangka panjangnya dapat berpengaruh terhadap berbagai persoalan, khususnya tingkat produktivitas.

“Untuk itulah kami membentuk relawan layanan dukungan psikososial (LDP) di tengah-tengah masyarakat, khususnya (untuk) memberikan pendampingan kepada kelompok rentan,” imbuhnya seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menyelenggarakan rangkaian kegiatan ‘Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial’ secara serentak di lima provinsi di Indonesia selama enam hari, mulai dari Kamis (2/12/2021) hingga Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Dokter Muda UM Surabaya Tangani Psikososial Pengungsi Gunung Semeru

Adapun lima provinsi yang dimaksud, yaitu Banten, daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

Selain dilaksanakan serentak, kegiatan tersebut juga melibatkan 30 relawan di tiap provinsi dan menggandeng berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan, dinas sosial (dinsos), dinas kesehatan (dinkes), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), lembaga sosial serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi dan kota atau kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Andre berharap, kegiatan peningkatan kapasitas mampu membentuk relawan layanan dukungan psikososial yang siap terjun mendampingi masyarakat kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), anak, disabilitas, dan tenaga kesehatan (nakes).

Pendampingan itu, kata dia, utamanya diberikan kepada yang membutuhkan terkait adaptasi kebiasaan baru, menghadapi situasi pandemi, dan memberdayakan masyarakat terdampak pandemi.

Baca juga: Ketua MPR: Pandemi Memaksa Kita Beradaptasi Dengan Kebiasaan Baru, Belajar dan Bekerja dari Rumah

“Kemudian (pendampingan ini juga untuk) mengampanyekan perubahan perilaku masyarakat, mengkampanyekan vaksinasi serta donor plasma konvalesen,” jelas Andre.

Metode pelaksanaan kegiatan

Relawan LDP memberikan pendampingan psikososial kepada kelompok anak-anak.DOK. Humas BNPB Relawan LDP memberikan pendampingan psikososial kepada kelompok anak-anak.

Untuk metode pelaksanaan kegiatan sendiri dilakukan secara offline selama enam hari, mulai Senin (18/10/2021) hingga Kamis (21/10/2021) dan melibatkan 30 orang relawan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Pada tiga hari pertama seluruh relawan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas dengan jumlah tujuh sesi materi yang disampaikan oleh narasumber mumpuni di bidangnya.

Ketujuh materi tersebut antara lain adalah pengantar kerelawanan, prokes, dan seputar Covid-19, psikoedukasi, dukungan psikologi awal, layanan dukungan psikososial, pendampingan sosial, dan fungsi koordinasi (pelaporan).

Baca juga: Seperti Ini Pentingnya Dukungan Kejiwaan dan Psikososial bagi Siswa

Pasca-dibekali materi, pada hari keempat dan kelima, para relawan di setiap provinsi yang terlibat melakukan aplikasi pembekalan materi dengan praktik edukasi, sosialisasi, dan pendampingan sosial secara langsung.

Pendampingan itu dilakukan ke beberapa lembaga sosial sasaran program, yang di dalamnya terdapat kelompok rentan dan tenaga kesehatan.

Halaman:


Terkini Lainnya

KPK Akan Ladeni Argumen Eks Karutan yang Singgung Kemenangan Praperadilan Eddy Hiariej

KPK Akan Ladeni Argumen Eks Karutan yang Singgung Kemenangan Praperadilan Eddy Hiariej

Nasional
Menlu Retno Beri Penjelasan soal Tekanan agar Indonesia Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menlu Retno Beri Penjelasan soal Tekanan agar Indonesia Normalisasi Hubungan dengan Israel

Nasional
'One Way', 'Contraflow', dan Ganjil Genap di Tol Trans Jawa Sudah Ditiadakan

"One Way", "Contraflow", dan Ganjil Genap di Tol Trans Jawa Sudah Ditiadakan

Nasional
Kakorlantas Minta Maaf jika Ada Antrean dan Keterlambatan Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Kakorlantas Minta Maaf jika Ada Antrean dan Keterlambatan Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Nasional
KPK Sebut Tak Wajar Lonjakan Nilai LHKPN Bupati Manggarai Jadi Rp 29 Miliar dalam Setahun

KPK Sebut Tak Wajar Lonjakan Nilai LHKPN Bupati Manggarai Jadi Rp 29 Miliar dalam Setahun

Nasional
Serahkan Kesimpulan ke MK, KPU Bawa Bukti Tambahan Formulir Kejadian Khusus Se-Indonesia

Serahkan Kesimpulan ke MK, KPU Bawa Bukti Tambahan Formulir Kejadian Khusus Se-Indonesia

Nasional
Tim Hukum Anies-Muhaimin Serahkan 35 Bukti Tambahan ke MK

Tim Hukum Anies-Muhaimin Serahkan 35 Bukti Tambahan ke MK

Nasional
PPP Siap Gabung, Demokrat Serahkan Keputusan ke Prabowo

PPP Siap Gabung, Demokrat Serahkan Keputusan ke Prabowo

Nasional
PDI-P Jaring Nama Potensial untuk Pilkada DKI 2024, yang Berminat Boleh Daftar

PDI-P Jaring Nama Potensial untuk Pilkada DKI 2024, yang Berminat Boleh Daftar

Nasional
Hasto Sebut 'Amicus Curiae' Megawati Bukan untuk Intervensi MK

Hasto Sebut "Amicus Curiae" Megawati Bukan untuk Intervensi MK

Nasional
Iran Serang Israel, Jokowi Minta Menlu Retno Upayakan Diplomasi Tekan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Iran Serang Israel, Jokowi Minta Menlu Retno Upayakan Diplomasi Tekan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Nasional
Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI Pastikan Akan Ada Intervensi

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI Pastikan Akan Ada Intervensi

Nasional
PDI-P Dukung PPP Lakukan Komunikasi Politik supaya 'Survive'

PDI-P Dukung PPP Lakukan Komunikasi Politik supaya "Survive"

Nasional
PPP Siap Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, PAN: Jangan Cuma Bicara, tapi Akui Kemenangan 02

PPP Siap Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran, PAN: Jangan Cuma Bicara, tapi Akui Kemenangan 02

Nasional
Kesimpulan Tim Ganjar-Mahfud: Jokowi Lakukan Nepotisme dalam 3 Skema

Kesimpulan Tim Ganjar-Mahfud: Jokowi Lakukan Nepotisme dalam 3 Skema

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com