Paspampres Kirim Bansos ke Korban Erupsi Semeru hingga Gelar Khitanan Massal

Kompas.com - 09/12/2021, 16:07 WIB
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengirimkan bantuan sosial berupa 5 ton beras dan 450 dus mie instan untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Achmad Nasrudin YahyaPasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengirimkan bantuan sosial berupa 5 ton beras dan 450 dus mie instan untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengirimkan bantuan sosial berupa 5 ton beras dan 450 dus mi instan untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Bantuan ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke-76 yang dilepas langsung oleh Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo di Markas Paspampres, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

"Bhakti sosial yaitu membagikan sembako untuk meringankan masyarakat yang membutuhkan," kata Budi kepada Kompas.com di lokasi, Kamis.

Baca juga: Pakar Unpad: Ini Bahaya Hirup Debu Vulkanik Gunung Semeru

Selain mengirimkan bantuan untuk warga terdampak erupsi Semeru, Paspampres membagikan sembako di tiga titik sekaligus, antara lain di Perumahan Seroja 200 bingkisan, kawasan kumuh Taman Sari Kota 300 bingkisan.

Selanjutnya, Paspampres mengadakan khitanan masal, donor darah sekitar 500 kantong darah, syukuran, dan lomba antar-satuan.

Baca juga: Saat Paspampres Jokowi Kaget dengan Suara Gelegar Petir dari Gunung Semeru

Dengan Hari Bhakti ini, Budi berharap Paspampres ke depan kian dewasa.

"Harapan saya di usia Paspampres ke-76 menjadikan Paspampres dewasa, tangguh, dan profesional. Setia, waspada, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sehingga selalu setia dan waspada menjaga VVIP serta selalu dicintai rakyat," ucap Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Nasional
Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Nasional
Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Nasional
Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Nasional
Menagih Konsistensi Pemerintahan Jokowi soal Proyek Ibu Kota Baru Minim APBN...

Menagih Konsistensi Pemerintahan Jokowi soal Proyek Ibu Kota Baru Minim APBN...

Nasional
Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Nasional
Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Nasional
KPK: 'Upeti' Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

KPK: "Upeti" Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.