Kompas.com - 08/12/2021, 16:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Viral sebuah video yang memperlihatkan oknum anggota TNI AU mengancam akan mengusir mertua penyandang disabilitas (kaki buntung) dari rumah dinasnya di Pekanbaru, Riau.

Kejadian ini terlihat dari video yang diunggah anggota DPR dari Fraksi Nasdem Hillary Brigitta Lasut melalui akun Instagram-nya, @hillarybrigitta, Selasa (7/12/2021).

Dalam video tersebut, tampak oknum anggota TNI AU tengah berdebat dengan sang mertua. Bahkan, oknum tersebut mencoba mengusir sang mertua yang tengah menggunakan kursi roda.

"Mohon ditindak @militer.udara karena pihak keluarga istri terus-menerus menghubungi saya meminta agar diviralkan supaya dapat efek jera dan sanksi sosial terhadap suaminya yang sudah berkali-kali menyakitinya dan keluarganya, baik secara fisik maupun psikis," tulis Hillary, dikutip Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Duduk Perkara Polwan Dipukul Oknum TNI di Palangkaraya

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Hillary Brigitta Lasut (@hillarybrigitta)

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menyebut bahwa oknum tersebut bernama Kopral Mesman, salah satu anggota Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru.

Ia mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Penyelesaiannya dimediasi oleh atasan yang bersangkutan langsung, yakni Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Andi Kustoro, Rabu.

"Kejadian dalam video tersebut berlatar belakang masalah keluarga, dan sudah dimediasi oleh komandan setempat," kata Indan dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Divonis Seumur Hidup karena Bunuh Pacar, Anggota TNI di Balikpapan Ajukan Banding

Indan menuturkan, saat ini Kopral Mesman sudah diminta keterangannya oleh petugas Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) dan Intel Lanud Rsn terkait kejadian ini.

Apabila terdapat pelanggaran, anggota tersebut akan dikenakan sanksi.

"Apabila pada kejadian tersebut ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan, maka akan dikenai sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.