Kompas.com - 06/12/2021, 17:07 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menjawab pertanyaan wartawan di Mako Lantamal X Jayapura, Papua, Selasa (15/6/21). KSAL Laksamana TNI Yudo Margono melakukan  kunjungan kerja ke Lantamal X Jayapura sekaligus meresmikan Kantor Korcab X DJA III, Balai Pengobatan Amphibi Diskes Lantamal X Jayapura, Tugu Ksatria Perbatasan serta peresmian rumah dinas. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/nz ANTARA FOTO/Indrayadi THKepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menjawab pertanyaan wartawan di Mako Lantamal X Jayapura, Papua, Selasa (15/6/21). KSAL Laksamana TNI Yudo Margono melakukan kunjungan kerja ke Lantamal X Jayapura sekaligus meresmikan Kantor Korcab X DJA III, Balai Pengobatan Amphibi Diskes Lantamal X Jayapura, Tugu Ksatria Perbatasan serta peresmian rumah dinas. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, armada TNI AL harus mampu menunjukkan kekuatan yang bisa menggetarkan lawan maupun kawan.

Terlebih lagi, terhadap pihak yang berniat mengganggu kedaulatan dan kepentingan negara.

"Sebagai kesatria pengawal samudra, armada RI harus mampu menunjukkan kekuatan yang akan menggetarkan lawan maupun kawan," kata Yudo, dalam upacara peringatan Hari Armada RI, dikutip dari siaran YouTube TNI Angkatan Laut, Senin (6/12/2021).

Baca juga: KSAL: Pembinaan Mental dan Ideologi Prajurit Harus Inovatif

Yudo menegaskan, TNI AL tidak akan mundur jika ada ancaman kedaulatan dan kehormatan bangsa di kawasan laut Indonesia.

Ia mengatakan, armada Indonesia harus siap setiap saat dalam menjalankan amanat rakyat untuk menjaga lautan Nusantara.

"Karena kita adalah tulang punggung kembalinya kejayaan maritim Indonesia, seperti yang pernah dikatakan Bung Karno dalam pidatonya, bangsa Indonesia tak bisa jadi bangsa yang kuat dan negara yang kuat jika tidak bisa menguasai samudera, tidak lagi menjadi bangsa maritim," ujarnya.

"Oleh karena itu jika ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat armada RI harus bisa mengawal dan melindungi setiap yard lautan Nusantara," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Menurut Yudo, armada Angkatan Laut harus dilengkapi dengan kapal perang yang mumpuni dan modern, meski membangun kekuatan satu armada bukan pekerjaan mudah, membutuhkan waktu, pemikiran serta biaya yang tidak sedikit.

Namun, lanjut dia, semangat untuk membangun armada yang perkasa tak akan pernah surut karena bagi Indonesia armada kapal perang adalah sebuah keniscayaan.

Ia menuturkan akan membangun kekuatan armada yang mampu menjaga lautan nusantara dari Sabang sampai Merauke.

"Oleh karena itu, prajurit cintai armada ini dan rawatlah kapal kalian dengan rasa bangga, karena mereka kuda perang yang akan membawamu menggulung lawan bagaikan badai di lautan," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trauma Kejadian Tahun Lalu, Pasien Covid-19 Gejala Ringan Pilih Dirawat di RS daripada Isolasi Mandiri

Trauma Kejadian Tahun Lalu, Pasien Covid-19 Gejala Ringan Pilih Dirawat di RS daripada Isolasi Mandiri

Nasional
Ini Alasan Jokowi Minta Pasien OTG Omicron Hanya Isolasi Mandiri

Ini Alasan Jokowi Minta Pasien OTG Omicron Hanya Isolasi Mandiri

Nasional
Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Bogor Melonjak 1.000 Persen dalam Sepekan

Wakil Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Bogor Melonjak 1.000 Persen dalam Sepekan

Nasional
Luhut: Saya Baru Sadar Ahli Kita Hebat-hebat, Selama Ini Kurang Diberdayakan

Luhut: Saya Baru Sadar Ahli Kita Hebat-hebat, Selama Ini Kurang Diberdayakan

Nasional
Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Nasional
Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Nasional
Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Nasional
Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Nasional
Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Nasional
AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Nasional
KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

Nasional
PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

Nasional
Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Nasional
Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.