Kompas.com - 06/12/2021, 16:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto. Dok. Harian KompasMenteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto.

Pembatasan selama PPKM

Selama PPKM berlaku, Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menerapkan sejumlah pembatasan dengan berbagai pelonggaran.

Pelonggaran tersebut, kata dia, dilakukan pada warung makan, pedagang kaki lima, serta lapak jajanan dan sejenisnya di daerah level 1 hingga 3. Mereka diizinkan beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Baca juga: Dinas Kesehatan Sulawesi Utara Sebut Warga Mulai Abai Prokes

“Baik penjual maupun pembeli wajib memakai masker, mencuci tangan, atau menggunakan hand sanitizer. Hal ini sesuai pengaturan teknis yang diatur oleh pemerintah daerah (pemda),” imbuh Airlangga.

Sementara itu, lanjut dia, restoran atau rumah makan dan kafe, baik dengan skala kecil, sedang atau besar yang berada pada lokasi tersendiri dapat melayani makan di tempat atau dine in sampai pukul 21.00 waktu setempat. Ini juga berlaku pada tempat makan di pusat perbelanjaan atau mal.

Adapun aturan lain yang diberlakukan yakni kegiatan pada pusat perbelanjaan atau mal atau pusat perdagangan di daerah level 3 diizinkan beroperasi 50 persen pada pukul 10.00 hingga 21.00 waktu setempat.

“Sementara, aturan operasional mal di daerah PPKM level 1-2 diatur berdasarkan zonasi. Di daerah zona hijau jam operasional mal dibatasi sampai pukul 22.00 dengan kapasitas maksimal pengunjung 75 persen,” ujar Airlangga.

Baca juga: Zona Hijau Covid-19, Palembang Tetap Berlakukan PPKM Level 3 Saat Libur Nataru

Untuk daerah zona kuning dan oranye, sebut dia, mal dapat beroperasi sampai pukul 21.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Kenaikan kasus tidak signifikan

Pada kesempatan tersebut, Airlangga mengatakan, kasus Covid-19 di sejumlah daerah di luar Jawa-Bali mengalami peningkatan. Meski demikian, kenaikan kasus ini tidak terjadi secara signifikan

"Dari segi konfirmasi kasus Covid-19 mingguan beberapa provinsi naik," kata dia.

Setidaknya, ada lima provinsi di luar Jawa-Bali yang mengalami kenaikan kasus, yaitu NTT naik 77 kasus, Kalimantan Barat (Kalbar) naik 43 kasus, Riau naik 16 kasus, Bangka Belitung naik 15 kasus, dan Sulteng naik enam kasus.

Baca juga: PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 23 Desember 2021

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.