Kompas.com - 01/12/2021, 08:10 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman di kampus Muhammadiyah, Sabtu (25/9/2021). KOMPAS.COM/HERU DAHNURMenko PMK Muhadjir Effendy dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman di kampus Muhammadiyah, Sabtu (25/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta saran dan masukan tentang penetapan kebijakan libur Natal dan tahun baru (Nataru) kepada Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).

Kebijakan libur Nataru yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia untuk mencegah penyebaran masif Covid-19.

"Karena Natal ini istimewa untuk umat Kristiani, jauh-jauh hari saya ingin meminta masukan agar ibadah Natal yang setahun sekali tetap berjalan khidmat dan berkualitas tanpa mengurangi maknanya, tapi juga tetap menjaga agar jangan sampai libur Nataru jadi pemicu munculnya gelombang ketiga Covid-19,” ujar Muhadjir saat audiensi dengan Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan jajarannya, dikutip dari siaran pers, Rabu (1/12/2021).

Muhadjir mengatakan, pihaknya meminta masukan katena pemerintah masih akan terus mengkaji kebijakan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan situasi pandemi Covid-19.

Baca juga: Skenario Gelombang 3 Saat Libur Nataru, Satgas Prediksi Puncak Kasus Aktif Capai 400.000

Menurut dia, meskipun Covid-19 di Tanah Air masih terkendali, namun beberapa negara terutama di Eropa kini sudah mulai dihantam gelombang ketiga hingga kelima Covid-19.

Hal tersebut menyebabkan angka kasus positif hingga kematiannya meningkat secara signifikan.

Ditambah lagi, munculnya varian baru Covid-19 yakni varian Omicron dari Afrika Selatan yang menambah lonjakan kasus seperti yang terjadi di Belanda, Jerman, dan Inggris.

“Walaupun kita belum tahu bagaimana varian baru ini, semuanya masih spekulasi. Tapi karena ketidaktahuan itu justru kita harus tetap waspada, apalagi itu sudah masuk ke negara Asia, yaitu Jepang dan Hong Kong,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi masa melawan pandemi Covid-19.

Dia pun mengimbau gereja-gereja turut serta mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 saat Nataru.

Baca juga: ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

“Saya harap tahun ini tidak ada gereja yang memasang tenda untuk ibadah di Jumat malam (24 Desember). Kalau bisa di rumah saja,” kata dia.

Pasalnya, diperkirakan bahwa pada 24 Desember malam akan menjadi sangat krusial.

Dengan demikian, PGI pun telah mengirimkan surat imbauan kepada setiap gereja dan meminta supaya lebih banyak aktivitas agar diarahkan secara virtual.

“Kalau ada aktivitas ibadah Jumat malam untuk menyambut Natal pun agar dibuat sejak sore sehingga bisa dibagi beberapa sesi. Kita imbau gereja-gereja untuk bisa mengantisipasi ini,” ucap dia.

Adapun untuk aktivitas ibadah Natal yang akan dilakukan di gereja, akan menyesuaikan dengan ketentuan PPKM level 3.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.