Kompas.com - 01/12/2021, 06:06 WIB
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio dan Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo dalam konferensi pers di Kantor KPI Pusat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021). Konferensi pers digelar menanggapi hasil temuan dan rekomendasi Komnas HAM atas dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami pegawai KPI Pusat, MS. Tatang Guritno/Kompas.comKetua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio dan Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo dalam konferensi pers di Kantor KPI Pusat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021). Konferensi pers digelar menanggapi hasil temuan dan rekomendasi Komnas HAM atas dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami pegawai KPI Pusat, MS.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang diduga mengalami perundungan dan pelecehan seksual, MS mulai mengerjakan pekerjaannya dari rumah atau work from home.

Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo menerangkan, pihaknya sedang memikirkan pola terbaik untuk MS.

Pasalnya, berdasarkan laporan tim penanganan dan pencegahan pelecehan seksual KPI, MS minta kembali bekerja untuk memulihkan trauma dan menekan tingkat stres.

Baca juga: Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

"Ternyata (pembebastugasan) menimbulkan ketidaknyamanan korban dengan terus berada di rumah," tutur Mulyo ditemui di Kantor KPI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).

"Kami coba pertimbangkan dan kami juga sebenarnya mendengarkan apa yang diinginkan korban," ujar dia.

Ketua Tim Penanganan dan Pencegahan Perundungan dan Pelecehan Seksual KPI, Dian Kartika Sari mengatakan, MS bercerita bahwa dia disarankan psikiaternya untuk mulai menjalani work from home.

"Dia bercerita: 'Psikiater saya menyarankan saya untuk mengerjakan hal-hal supaya tidak terlalu stres, tidak terlalu mengurung diri'," ujar Dian.

Baca juga: KPI Jadikan Rekomendasi Komnas HAM sebagai Acuan Pembuatan Aturan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual

Meski kembali bekerja, lanjut Dian, MS tak mau masuk kembali ke grup WhatsApp berisi rekan kerjanya.

"Dia tidak masuk grup lagi karena komunikasinya di dalam jelek, dan ada pelaku di dalam grup itu," ucapnya.

Diketahui KPI telah merespon temuan dan hasil rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait penanganan perundungan dan pelecehan seksual pada MS.

Ketua KPI Agung Suprio menyatakan pihaknya akan kooperatif dengan berbagai pihak untuk membantu proses hukum perkara tersebut.

Ia juga mengungkapkan akan menggunakan rekomendasi Komnas HAM untuk membuat aturan penanganan dan pencegahan seksual di internal KPI.

Baca juga: Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Gibran: Ibu Bahkan Sudah Packing

Tak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Gibran: Ibu Bahkan Sudah Packing

Nasional
Gibran: Saya Melihat Bapak Saya Sendiri Sebagai Atasan Saya

Gibran: Saya Melihat Bapak Saya Sendiri Sebagai Atasan Saya

Nasional
Din Syamsuddin: Pelita Fokus Verifikasi Administrasi Sebelum Bangun Koalisi

Din Syamsuddin: Pelita Fokus Verifikasi Administrasi Sebelum Bangun Koalisi

Nasional
Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Nasional
Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Nasional
Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Nasional
Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Nasional
Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Nasional
Update: 88.145 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Update: 88.145 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Nasional
Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Nasional
Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Nasional
Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Nasional
Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Nasional
Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.