Kompas.com - 28/11/2021, 14:21 WIB

Ia mengatakan, peran serta masyarakat merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan rehabilitasi mangrove.

“Keberhasilan rehabilitasi mangrove itu tidak hanya soal pemulihan ekologi, tapi juga mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat secara ekonomi,” ujar Agung.

Pada 2021, tambah Agung, BRGM gencar merehabilitasi 34.000 ha mangrove di sembilan provinsi, yakni Sumatera Utara (Sumut), Bangka Belitung, Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kalut), Papua, dan Papua Barat.

"Kami sudah banyak melakukan penanaman gambut di berbagai lokasi. Hari ini, niat juang kami diperkuat dan ditingkatkan untuk penuhi target rehabilitasi mangrove yang telah kami laporkan ke Presiden," tuturnya.

Program rehabilitasi mangrove merupakan wujud komitmen Indonesia untuk memenuhi Paris Agreement. Langkah ini merupakan bukti konkret keterlibatan Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim dunia.

Saat ini, Indonesia tengah berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.