Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2021, 10:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia menjadi satu dari lima negara di dunia yang berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan. Empat negara lainnya yakni India, Filipina, Iran, dan Jepang.

"Setidaknya terdapat lima negara, termasuk Indonesia yang berhasil menurunkan kasus dengan signifikan dan dapat mempertahankan penurunan tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (25/11/2021).

Wiku menerangkan, di India kasus Covid-19 sudah turun hingga 97 persen dari puncak. Penurunan ini telah bertahan selama 201 hari.

Baca juga: Ini Satu-satunya Daerah Zona Hijau Covid-19 di Aceh

Jumlah kasus Covid-19 mingguan di India saat ini mencapai 69.165, sudah lebih rendah dibanding jumlah kasus terendah sebelum lonjakan, yaitu 78.395 kasus.

Sementara, Filipina berhasil menekan kasus Covid-19 hingga 94,3 persen dari puncak lonjakan. Penurunan ini sudah bertahan hingga 71 hari.

Jumlah kasus mingguan di Filipina saat ini mencapai 8.342, lebih rendah dibanding dengan titik terendah sebelum puncak pandemi yakni 34.284 kasus.

Di Iran, terjadi penurunan kasus sebesar 87 persen dari puncak dengan penurunan yang bertahan selama 100 hari terakhir.

"Saat ini, kasus mingguan berada pada angka 36.367, lebih rendah dari kasus terendah yaitu sebesar 55.271," terang Wiku.

Baca juga: Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Persen Penduduk Akhir 2021, Ini Upaya Pemerintah

Di Jepang, kasus Covid-19 sudah turun 99,5 persen dari puncak kasus dan telah bertahan selama 157 hari.

Penurunan ini berhasil ditekan dengan sangat signifikan yang mana titik kasus mingguan sebelum lonjakan adalah 9.986 kasus, sedangkan saat ini hanya 890 kasus.

Melihat data ini, Wiku mengatakan, pencapaian Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara ini.

"Negara kita telah berhasil menurunkan kasus hingga 99,3 persen dari puncak lonjakan, mirip dengan Jepang, dan berhasil dipertahankan selama 130 hari lebih lama dari Iran dan Filipina," ujarnya.

Baca juga: Luhut: Saya Yakin Pandemi Covid-19 Tetap Terkendali Tahun Depan

Saat ini kasus Covid-19 mingguan di Indonesia mencapai 2.564, jauh lebih sedikit dibandingkan titik terendah sebelum lonjakan, yaitu 26.126 kasus.

“Jumlah ini juga jauh lebih sedikit jika disandingkan dengan jumlah penduduk, di mana Iran dan Filipina yang penduduknya lebih sedikit dari Indonesia masih memiliki jumlah kasus yang lebih besar," kata Wiku.

Meski nampak mulai terkendali, Wiku mengimbau seluruh pihak tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar situasi ini dapat tetap dipertahankan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PKB Sebut Belum Ada Nama Capres Cawapres Selain Prabowo dan Cak Imin

PKB Sebut Belum Ada Nama Capres Cawapres Selain Prabowo dan Cak Imin

Nasional
PPP Ungkap Ada Satu Parpol Lagi yang Gabung KIB, Peluangnya 95 Persen

PPP Ungkap Ada Satu Parpol Lagi yang Gabung KIB, Peluangnya 95 Persen

Nasional
Sekjen PDI-P Sebut Proporsional Tertutup Banyak Korupsi, Netgrit: Kembali Lagi ke Parpolnya...

Sekjen PDI-P Sebut Proporsional Tertutup Banyak Korupsi, Netgrit: Kembali Lagi ke Parpolnya...

Nasional
Belum Ada Capres, KIB Mengaku Tak Mau Calonnya Senasib Anies Jadi Sasaran Tembak

Belum Ada Capres, KIB Mengaku Tak Mau Calonnya Senasib Anies Jadi Sasaran Tembak

Nasional
Arsul Sani Sebut Sandiaga Masih Datangi Acara PPP, Peluang Bergabung Masih Terbuka

Arsul Sani Sebut Sandiaga Masih Datangi Acara PPP, Peluang Bergabung Masih Terbuka

Nasional
Erwin Aksa Sebut Jusuf Kalla yang Usulkan Perjanjian Anies-Sandi

Erwin Aksa Sebut Jusuf Kalla yang Usulkan Perjanjian Anies-Sandi

Nasional
Reshuffle Diprediksi Akan Tetap Terjadi karena Komunikasi Nasdem-PDI-P Sudah Rusak

Reshuffle Diprediksi Akan Tetap Terjadi karena Komunikasi Nasdem-PDI-P Sudah Rusak

Nasional
Arsul Sani: Sejauh Ini, Parpol Tak Ada yang Bicara Penundaan Pemilu 2024

Arsul Sani: Sejauh Ini, Parpol Tak Ada yang Bicara Penundaan Pemilu 2024

Nasional
Ma'ruf Amin Kunker ke Jatim, Hadiri Peringatan Satu Abad NU hingga Beri Kuliah Umum

Ma'ruf Amin Kunker ke Jatim, Hadiri Peringatan Satu Abad NU hingga Beri Kuliah Umum

Nasional
Anggota Komisi III Minta Purnawirawan Polri AKBP Eko Setia Minta Maaf ke Keluarga Hasya

Anggota Komisi III Minta Purnawirawan Polri AKBP Eko Setia Minta Maaf ke Keluarga Hasya

Nasional
Soal Kasus Polisi Peras Polisi, Anggota DPR: Praktik Itu Memang Masih Ada

Soal Kasus Polisi Peras Polisi, Anggota DPR: Praktik Itu Memang Masih Ada

Nasional
Soal Kemungkinan Nasdem Gabung KIB, Arsul Sani: Koalisi Masih Dinamis, apalagi Partai Terbesar Belum Umumkan Capres

Soal Kemungkinan Nasdem Gabung KIB, Arsul Sani: Koalisi Masih Dinamis, apalagi Partai Terbesar Belum Umumkan Capres

Nasional
Kampanye Terselubung Menyimpan Hasrat Politik

Kampanye Terselubung Menyimpan Hasrat Politik

Nasional
Said Abdullah jadi Plt Ketua PDI-P Jatim, Gantikan Kusnadi yang Mengundurkan Diri

Said Abdullah jadi Plt Ketua PDI-P Jatim, Gantikan Kusnadi yang Mengundurkan Diri

Nasional
Nasdem Anggap Sekjen PDI-P Salah Alamat Soal Surya Paloh Beri Kode ke Megawati

Nasdem Anggap Sekjen PDI-P Salah Alamat Soal Surya Paloh Beri Kode ke Megawati

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.