Saat Cekcok Bawa-bawa Jabatan, Psikolog: Tanda Tidak Percaya Diri yang Dilakukan Benar

Kompas.com - 24/11/2021, 18:58 WIB
Ilustrasi cekcok ThinkstockphotosIlustrasi cekcok
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai, kebiasaan seseorang dengan membawa-bawa jabatan ketika bertikai dengan orang lain merupakan tanda bahwa orang itu tidak percaya diri atas perbuatannya sendiri.

Hal ini disampaikan Reza merespons peristiwa cekcok antara ibunda anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dan seorang perempuan yang mengaku anggota keluarga jenderal TNI.

"Orang semacam itu tidak sungguh-sungguh percaya diri bahwa yang ia lakukan adalah benar dan statusnya cukup kuat untuk memenangkan sebuah pertikaian," kata Reza saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Cekcok Ibunda Arteria Dahlan dan Persoalan Protokoler-Mobil Dinas TNI

Reza mengatakan, karena kurangnya rasa percaya diri itulah akhirnya seseorang membawa-bawa jabatan agar dapat 'aman' dalam sebuah pertikaian.

"Dalam kasus itu, yang dianggap si perempuan paling berkuasa adalah militer dan parpol. Seolah, kalau kau berstatus sebagai keluarga militer dan kenal tokoh elite parpol, amanlah kau," ujar Reza.

Reza pun berpandangan, kasus ini sejatinya merupakan kasus kecil tetapi menjadi besar karena melibatkan orang-orang yang memiliki reputasi tersendiri.

Ia tak memungkiri, respons masyarakat luas atas peristiwa ini mendandakan bahwa publik tidak suka dengan sikap sesorang yang arogan dan membawa-bawa jabatan.

"Di balik respon netizen itu sepertinya ada perasaan muak terhadap segala sesuatu yang beraroma arogansi kekuasaan," kata dia.

Baca juga: Percekcokan Ibunda Arteria Dahlan Dinilai Kasus Sepele, Jadi Besar karena Bawa-bawa Jabatan

Video cekcok antara ibunda Arteria dengan seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarga anggota TNI di Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial.

Setelah video itu beredar, publik kemudian mempertanyakan terkait privilese anggota keluarga TNI karena perempuan yang cekcok itu tampak dijemput oleh mobil dinas TNI.

Tidak hanya itu, Arteria juga menyatakan bahwa perempuan itu bahkan bisa mengatur sejumlah orang yang disebutnya sebagai protokoler TNI.

"Kalau anak bintang tiga kok bisa nyuruh-nyuruh protokoler TNI? Saya saja, orangtua saya, enggak bisa. Kok bisa menggunakan protokoler TNI di bandara, menyuruh-nyuruh semua orang, 'Mana kapolres, mana siapa, lu enggak tahu siapa gue' dan sebagainya," kata Arteria, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Cekcok di Bandara, Arteria: Anak Jenderal Bintang Tiga Kok Bisa Atur-atur Protokoler TNI?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.