Mustakim

Produser Program Talk Show Satu Meja The Forum dan Dua Arah Kompas TV

Jurnalis. Saat ini produser program talk show Satu Meja The Forum dan Dua Arah di Kompas TV.

Satu Meja The Forum setiap Rabu pukul 20.00 WIB LIVE di Kompas TV. Dua Arah setiap Senin pukul 22.00 WIB LIVE di Kompas TV

Prabowo, Megawati, dan Perjanjian Batu Tulis

Kompas.com - 24/11/2021, 09:44 WIB
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2009. Mengakhiri kampanye, calon presiden Megawati Soekarnoputri didampingi calon wakil presiden Prabowo Subianto tampil di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang,Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2009). KOMPAS/ BAHANA PATRIA GUPTAMegawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2009. Mengakhiri kampanye, calon presiden Megawati Soekarnoputri didampingi calon wakil presiden Prabowo Subianto tampil di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang,Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2009).

Karena, meski sudah gagal beberapa kali, elektabilitas Prabowo saat ini masih tinggi. Ia dikabarkan akan maju lagi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti. Sementara, meski belum diputuskan, PDI-P dikabarkan akan mengusung Puan Maharani.

Batu tulis jilid II

Mesranya hubungan Prabowo dan Megawati diprediksi akan berujung pada koalisi. Apalagi keduanya memiliki sejarah perkawanan, meski sempat renggang karena salah satu pihak dianggap melanggar kesepakatan.

Keputusan Megawati yang memilih Jokowi pada Pilpres 2014 dinilai mencederai Perjanjian Batu Tulis. Dalam perjanjian yang diteken pada Mei 2009 itu tertulis, Megawati akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2014.

Akibatnya PDI-P dan Gerindra sempat berhadap-hadapan pada Pilpres 2014 dan 2019. Kini, keduanya mesra kembali. Hal ini memunculkan spekulasi terkait perjanjian Batu Tulis 2009 silam yang diprediksi akan terealisasi pada Pilpres 2024 nanti.

Baca juga: Bercanda soal Batu Tulis, Fadli Zon Dapat Lirikan Tajam Prabowo

Muncul prediksi, Megawati Soekarnoputri akan menduetkan Prabowo Subianto dengan anaknya sendiri, Puan Maharani.

Gerindra dikabarkan akan kembali mengusung Prabowo untuk maju di Pilpres 2024. Sementara, Puan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI terlihat gencar menjajakan diri, mulai dari aksi menanam padi hingga menebar poster dan baliho di seantero negeri.

Pada Pilkada Serentak 2020 lalu, PDI-P dan Gerindra juga sudah banyak membangun koalisi. Di Depok misalnya. Gerindra dan PDI-P memutuskan berkoalisi, meninggalkan PKS.

Di Pilkada Solo dan Medan juga menunjukkan gelagat Gerindra dan PDI-P bakal berkoalisi kembali di Pilpres 2024 nanti.

Sejauh ini tak ada resistensi dari Gerindra dan PDI-P perihal kemungkinan untuk koalisi. Bahkan, elite kedua partai ini terlihat happy dan berharap PDI-P dan Gerindra kembali membangun koalisi, bersatu di Pilpres 2024 nanti. Ini sekaligus mewujudkan perjanjian Batu Tulis yang sempat tertunda karena Jokowi.

Benarkah PDI-P dan Gerindra akan berkoalisi di 2024 nanti? Akankah perjanjian Batu Tulis benar-benar terealisasi?

Saksikan pembahasannya dalam talkshow Satu Meja The Forum, Rabu (24/11/2021), yang disiarkan langsung di Kompas TV mulai pukul 20.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Ubedilah Badrun, KPK Dalami Laporan terhadap Gibran-Kaesang

Periksa Ubedilah Badrun, KPK Dalami Laporan terhadap Gibran-Kaesang

Nasional
KPK Tetapkan Eks Bupati Buru Selatan Jadi Tersangka Suap, Gratifikasi dan TPPU

KPK Tetapkan Eks Bupati Buru Selatan Jadi Tersangka Suap, Gratifikasi dan TPPU

Nasional
UPDATE 26 Januari 2022: 'Positivity Rate' Covid-19 Tembus 15 Persen

UPDATE 26 Januari 2022: "Positivity Rate" Covid-19 Tembus 15 Persen

Nasional
UPDATE 26 Januari: Masih Ada 8.849 Pasien Berstatus Suspek Covid-19

UPDATE 26 Januari: Masih Ada 8.849 Pasien Berstatus Suspek Covid-19

Nasional
KPK Sambut Gembira Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

KPK Sambut Gembira Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Nasional
Eks Tim Pemeriksa Pajak DJP Wawan Ridwan Diduga Lakukan Pencucian Uang Bersama Anaknya

Eks Tim Pemeriksa Pajak DJP Wawan Ridwan Diduga Lakukan Pencucian Uang Bersama Anaknya

Nasional
Bentrokan di Pulau Haruku, Polisi Libatkan Tokoh Masyarakat Maluku untuk Kendalikan Situasi

Bentrokan di Pulau Haruku, Polisi Libatkan Tokoh Masyarakat Maluku untuk Kendalikan Situasi

Nasional
UPDATE 26 Januari: Bertambah 2.582, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.127.662

UPDATE 26 Januari: Bertambah 2.582, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.127.662

Nasional
UPDATE 26 Januari: Pemerintah Laporkan 7 Kematian akibat Covid-19

UPDATE 26 Januari: Pemerintah Laporkan 7 Kematian akibat Covid-19

Nasional
Dari Pembunuhan sampai Korupsi, Ini 32 Kejahatan yang Pelakunya Bisa Diekstradisi

Dari Pembunuhan sampai Korupsi, Ini 32 Kejahatan yang Pelakunya Bisa Diekstradisi

Nasional
Wapres: Gunakan Narasi Kerukunan dalam Siarkan Agama, Bukan Konflik

Wapres: Gunakan Narasi Kerukunan dalam Siarkan Agama, Bukan Konflik

Nasional
UPDATE 26 Januari: Sebaran 7.010 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 26 Januari: Sebaran 7.010 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
Bentrok di Pulau Haruku Disebut akibat Keributan antar Individu yang Berujung Pertikaian Kelompok

Bentrok di Pulau Haruku Disebut akibat Keributan antar Individu yang Berujung Pertikaian Kelompok

Nasional
Alasan Polisi Belum Tangkap Pelaku Bentrokan yang Tewaskan Belasan Orang di Sorong…

Alasan Polisi Belum Tangkap Pelaku Bentrokan yang Tewaskan Belasan Orang di Sorong…

Nasional
UPDATE 26 Januari: Ada 29.277 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 Januari: Ada 29.277 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.