Soal Pertemuan Politik di Istana, Pengamat: Bisa Jadi Lobi Mantapkan Duet Prabowo-Puan

Kompas.com - 23/11/2021, 10:30 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Politikus PDI Perjuangan yang juga Menko PMK Puan Maharani (kiri) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Politikus PDI Perjuangan yang juga Menko PMK Puan Maharani (kiri) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, pertemuan antara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dapat diartikan ada upaya-upaya komunikasi memantapkan koalisi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pertemuan Prabowo dengan Megawati dan Puan berlangsung di sela pelantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Istana Kepresidenan pada Rabu (17/11/2021).

Ujang berpandangan, pertemuan ketiga tokoh partai politik itu bisa jadi dalam rangka melakukan lobi-lobi politik untuk kepentingan Pemilu 2024.

"Pertemuan tersebut bisa saja bagian dari lobi-lobi memantapkan duet Prabowo-Puan," kata Ujang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Pertemuan Politik Prabowo-Megawati-Puan, Andi Mallarangeng Pertanyakan Kenapa di Istana

Kendati demikian, menurut Ujang, masih terlalu dini dan berspekulasi jika pasangan Prabowo-Puan itu segera dieksekusi ke panggung politik 2024.

Sebab, ia menyebut sejumlah alasan yang membuat pasangan itu sulit untuk meraih kemenangan pada Pilpres, apabila dicalonkan dari sekarang.

"Pertama, elektabilitas Prabowo cenderung stagnan. Dan elektabilitas Puan masih rendah. Jika dipaksakan keduanya kawin di Pilpres 2024, maka bisa saja akan mengalami kekalahan," kata Ujang.

Sehingga, Ujang berpendapat pertemuan ketiganya di Istana baru sekadar merekatkan hubungan antara PDI-P dan Gerindra.

Menurut dia, merekatkan hubungan diperlukan menjelang tahun-tahun politik mendatang. Para elite partai disarankan memiliki komunikasi yang baik kepada siapapun menjelang 2024.

Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Megawati yang Dikritik Demokrat karena Berlangsung di Istana...

Di sisi lain, Ujang menilai skenario Pilpres 2024 masih sulit terbaca. Hal ini karena elektabilitas capres dan cawapres masih di bawah 30 persen.

"Jadi, semuanya masih serba kemungkinan. Mungkin ya, mungkin juga tidak. Prabowo-Puan juga mungkin ya dan mungkin tidak. Karena akan banyak skenario terkait Pilpres nanti," kata Ujang.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut pertemuan itu membahas agenda seperti politik kebangsaan hingga dinamika politik nasional.

Pernyataan itu pun terjadi di tengah-tengah mengemukanya wacana dukungan terhadap Prabowo-Puan untuk 2024.

Baca juga: Stafsus Mensesneg Minta Pertemuan Megawati-Prabowo di Istana Tak Dipermasalahkan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Kembali Periksa 2 Saksi dari PT DNK dalam Kasus Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Kejagung Kembali Periksa 2 Saksi dari PT DNK dalam Kasus Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Nasional
Kasus Covid-19 Mulai Naik Lagi, Kapolri Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kasus Covid-19 Mulai Naik Lagi, Kapolri Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
KPK Dalami Aliran Uang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang Diterima dari Perantaranya

KPK Dalami Aliran Uang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang Diterima dari Perantaranya

Nasional
Lima Mobil di DPR Berpelat Mirip Polisi, Mabes Sebut Salah Satunya Milik Arteria Dahlan

Lima Mobil di DPR Berpelat Mirip Polisi, Mabes Sebut Salah Satunya Milik Arteria Dahlan

Nasional
Lima Mobil Anggota DPR Pakai Pelat Polisi, Bolehkah Sipil Gunakan Pelat Nomor 'Dewa'?

Lima Mobil Anggota DPR Pakai Pelat Polisi, Bolehkah Sipil Gunakan Pelat Nomor "Dewa"?

Nasional
Tiba di KPK, 7 Orang yang Terjaring OTT di Langkat Akan Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Tiba di KPK, 7 Orang yang Terjaring OTT di Langkat Akan Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Nasional
Disebut Datang Acara Baiat ISIS, Kuasa Hukum: Munarman Tidak Tertarik dengan yang Kontra NKRI

Disebut Datang Acara Baiat ISIS, Kuasa Hukum: Munarman Tidak Tertarik dengan yang Kontra NKRI

Nasional
Jaksa Agung Tegaskan Hanya Akan Usut Pihak Sipil dalam Dugaan Kasus Korupsi Satelit Kemenhan

Jaksa Agung Tegaskan Hanya Akan Usut Pihak Sipil dalam Dugaan Kasus Korupsi Satelit Kemenhan

Nasional
Berkas Perkara Dua Terdakwa Kasus Suap Pajak Dilimpahkan ke PN Tipikor Jakarta

Berkas Perkara Dua Terdakwa Kasus Suap Pajak Dilimpahkan ke PN Tipikor Jakarta

Nasional
Ini Kriteria Calon Kepala Badan Otorita IKN Menurut KSP

Ini Kriteria Calon Kepala Badan Otorita IKN Menurut KSP

Nasional
RUU TPKS Masuk Prolegnas Lagi, Pemerintah Janji Buka Pintu Selebar Mungkin bagi Partisipasi Publik

RUU TPKS Masuk Prolegnas Lagi, Pemerintah Janji Buka Pintu Selebar Mungkin bagi Partisipasi Publik

Nasional
UPDATE: Tambah 227.860 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate Tanpa Antigen 5,46 Persen

UPDATE: Tambah 227.860 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate Tanpa Antigen 5,46 Persen

Nasional
7 Orang yang Terjaring OTT KPK di Langkat Dibawa ke Gedung Merah Putih

7 Orang yang Terjaring OTT KPK di Langkat Dibawa ke Gedung Merah Putih

Nasional
Presiden Disebut Bakal Pertimbangkan Suara Publik soal Sosok Kepala Otorita IKN Nusantara

Presiden Disebut Bakal Pertimbangkan Suara Publik soal Sosok Kepala Otorita IKN Nusantara

Nasional
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Investasi Bodong Robot Trading Evotrade

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Investasi Bodong Robot Trading Evotrade

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.