Ishaq Zubaedi Raqib
Mantan Wartawan

Keluar masuk arena Muktamar, Munas, dan Konbes NU. Dari Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Jombang, Jawa Timur, serta Munas dan Konbes NU Jakarta.

Ketika Rais Aam NU Me-nasakh Sekjen NU

Kompas.com - 22/11/2021, 16:43 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) bersama Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar NU Miftahul Akhyar (kanan), saat menghadiri Peluncuran Koin Muktamar 2020 di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (31/1/2020). KOMPAS/ WAWAN H PRABOWOWakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) bersama Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar NU Miftahul Akhyar (kanan), saat menghadiri Peluncuran Koin Muktamar 2020 di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Muktamar, bahkan berwenang memilih anggota AHWA, untuk mengamanahi seorang kyai senior menjadi Rais Aam.

Maka, menjadi pertanyaan, bagaimana bisa seorang fungsionaris di PBNU, punya kewenangan mewacanakan penundaan muktamar sebelum diputuskan oleh Rais Aam?

Sangat boleh jadi, tidak semua masyarakat paham bahwa PBNU itu terdiri atas dua dewan kepengurusan: Syuriyah dan Tanfidziyah. Syuriyah posisinya meng- atasi Tanfidziyah.

Sejak berdiri pada 1926, NU telah meneguhkan diri berada di bawah komando para ulama. Sangat mudah dipahami kenapa organisasi ini dinamai Nahdlatul Ulama alias "kebangkitan ulama."

Demikian sakralnya maqam tersebut, Rais Aam pertama, KH Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU, bahkan berjuluk "Rais Akbar NU." Selanjutnya, dipilih sesuai kriteria yang disepakati.

Rais Aam me-nasakh

Dalam hubungan organisatoris itulah, ada yang menarik dicermati dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan di PBNU.

Terkait keputusan penundaan ketiga muktamar ke-34 oleh Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, telah menyulut api ketidaksukaan sejumlah pengurus NU dari tingkat wilayah hingga cabang. Secara jahriyan, mereka berbaris, berdiri di belakang Rais Aam.

Dalam sebuah dawuh-nya, dengan dasar membantu menuntaskan wabah Corona dan taat pemerintah, Kyai Mif meminta penyelenggaraan muktamar NU dipercepat. Bukan 23-25 Desember 2021.

Baca juga: Rais Aam PBNU: Kalau Muktamar Maju Positif, kalau Mundur Negatif

 

Seperti sebuah sabda yang ditunggu-tungu, seruan Kyai Mif disambut suka cita oleh mayoritas pengurus wilayah. Meski datang berlelah-lelah dari pelosok negeri, mereka rela "ngumpul", membuat kebulatan tekad.

Mereka datang untuk mengamankan amanat Rais Aam soal muktamar yang dipercepatan ke 17-19 Desember 2021.

Tak kurang dari 27 pengurus dan fungsionaris PWNU se Indonesia memaknai keinginan Rais Aam tersebut, sebagai amar yang me-nasakh (mengeliminir, mengganti, atau menganulir) keputusan penundaan muktamar yang diumumkan oleh Sekjen PBNU.

Mereka cemas, setelah 2 Januari 2022, justru tak tersedia kepastian soal wabah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Terbaru Kemenkes: Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Berikut Syaratnya

Aturan Terbaru Kemenkes: Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Berikut Syaratnya

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong Isnaini Punya Harta Rp 2,1 Miliar

Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong Isnaini Punya Harta Rp 2,1 Miliar

Nasional
KPK Duga Hakim Itong Terima Suap dari Pihak Lain yang Beperkara di PN Surabaya

KPK Duga Hakim Itong Terima Suap dari Pihak Lain yang Beperkara di PN Surabaya

Nasional
Hakim PN Surabaya Itong Isnaiini Ditahan di Rutan KPK

Hakim PN Surabaya Itong Isnaiini Ditahan di Rutan KPK

Nasional
Warga Mengeluh Belum Dapat Bantuan hingga 3 Hari Kebanjiran, Ini Kata Sekcam Benda

Warga Mengeluh Belum Dapat Bantuan hingga 3 Hari Kebanjiran, Ini Kata Sekcam Benda

Nasional
Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Nasional
Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Nasional
Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Nasional
Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Nasional
Menagih Konsistensi Pemerintahan Jokowi soal Proyek Ibu Kota Baru Minim APBN...

Menagih Konsistensi Pemerintahan Jokowi soal Proyek Ibu Kota Baru Minim APBN...

Nasional
Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Nasional
Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Nasional
KPK: 'Upeti' Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

KPK: "Upeti" Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.