Ishaq Zubaedi Raqib
Mantan Wartawan

Keluar masuk arena Muktamar, Munas, dan Konbes NU. Dari Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Jombang, Jawa Timur, serta Munas dan Konbes NU Jakarta.

Ketika Rais Aam NU Me-nasakh Sekjen NU

Kompas.com - 22/11/2021, 16:43 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) bersama Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar NU Miftahul Akhyar (kanan), saat menghadiri Peluncuran Koin Muktamar 2020 di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (31/1/2020). KOMPAS/ WAWAN H PRABOWOWakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) bersama Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar NU Miftahul Akhyar (kanan), saat menghadiri Peluncuran Koin Muktamar 2020 di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Mayoritas cabang dan wilayah terpukul. Cemas dan khawatir menggantung seperti mendung yang tebal. Ditunda lagi kah?

Situasi batin itu segera ditangkap Rais Aam Syuriyah, KH Miftachul Akhyar. Sebagai top leader organisisasi, Kyai Mif--sapaan KH Miftachul Akhyar, memanfaatkan banyak wasilah untuk menemukan jalan keluar.

Termasuk menyimak pesan dari langit lewat munajat, istikharah, riyadhah khusus, dan lain-lain. Dalam situasi darurat, kepemimpinan Syuriyah akan muncul.

Berbeda sacara diametral dengan Tanfidziyah. Cara merespons dan menjawab persoalan, justru menyelisihi sudut pandang Syuriyah.

Begitu Pemerintah menaikkan levelling ke PPKM 3 secara nasional pada tanggal muktamar, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini bersikap. Ada sengatan gairah. Helmy mewacanakan muktamar ditunda lagi hingga 31 Januari 2022.

"PBNU nanti akan memutuskan jadwalnya kapan, meskipun sudah banyak aspirasi yang menyampaikan aspirasi bahwa hendaknya diundur bertepatan dengan hari baik, yaitu tanggal 31 Januari 2022, di mana bertepatan dengan harlah NU," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini saat dihubungi, Kamis (18/11/2021).(Kompas.com, Kamis, 18 November 2021 | 10:33 WIB)

Baca juga: Ada Rencana PPKM Level 3, Muktamar Ke-34 NU Ditunda

Ada apa?

Ada apa sebenarnya dengan PBNU saat ini?

PB yang sudah melewati masa khidmahnya. Menjelang muktamar yang ke-34, ada sejumlah tanya tak terjawab. Terutama relasi kuasa antarelite di tubuh jam'iyyah.

Tidak seperti organisasi sosial keagamaan lainnya, roda riasah NU dikendalikan sepenuhnya oleh Syuriyah. Orang nomor satu di Syuriyah disebut dengan nomenklatur Rais Aam.

Duduk di dewan ini, para ulama berpengaruh, kyai khos, dan habaib senior. Sosok-sosok yang sudah "selesai" dengan dirinya. Mereka adalah benteng moral. Autad rohani jama'ah dan jam'iyyah NU.

Pengarah, pengayom dan pelindung bagi ratusan juta umat Islam penganut mazhab ahlus sunnah wal jama'ah an nahdliyah. Dalam menjalankan fungsi-fungsi ini, Syuriyah memiliki "alat" bernama Tanfidziyah.

Untuk memudahkan dan mengikat hubungan kerja organisasi antara Syuriyah dengan Tanfidziyah, maka tersedia sebuah "lembaga" bernama Katib Aam.

Dua jabatan ini, Rais Aam dan Katib Aam, menjadi simbol eksistensi organisasi para ulama tersebut. Semua keputusan dan pelaksanaan program, harus diketahui dan disetujui Rais Aam dan Katib Aam.

Terlebih agenda seserius muktamar. Institusi tertinggi jam'iyyah. Forum ini, bukan hanya berfungsi menyusun program kerja dan menyesuaikan haluan serta garis perjuangan organisasi, tapi juga sangat berkuasa mengganti Ketua Umum Tanfidziyah dan semua alat kelengkapannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
Persiapan Jelang Pemilu, Partai Kebangkitan Nusantara yang Digagas Loyalis Anas Urbaningrum Audiensi ke KPU

Persiapan Jelang Pemilu, Partai Kebangkitan Nusantara yang Digagas Loyalis Anas Urbaningrum Audiensi ke KPU

Nasional
KBRI Belanda Mengaku Belum Dapat Laporan Soal Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan

KBRI Belanda Mengaku Belum Dapat Laporan Soal Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan

Nasional
Mutasi Polri, Kombes Gatot Repli Jadi Kabag Penum Divisi Humas Polri

Mutasi Polri, Kombes Gatot Repli Jadi Kabag Penum Divisi Humas Polri

Nasional
Komnas Sebut KIPI Serius pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Kelompok Dewasa

Komnas Sebut KIPI Serius pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Kelompok Dewasa

Nasional
Ekstradisi RI-Singapura Ditandatangani, KPK Segera Koordinasi Panggil Tersangka E-KTP Paulus Tanos

Ekstradisi RI-Singapura Ditandatangani, KPK Segera Koordinasi Panggil Tersangka E-KTP Paulus Tanos

Nasional
Anggota Komisi IX ke Menkes: Kalau Kawan Bicara Tolong Dilihat Mukanya agar Kami Merasa Dihormati

Anggota Komisi IX ke Menkes: Kalau Kawan Bicara Tolong Dilihat Mukanya agar Kami Merasa Dihormati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.