Soal Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Jokowi: Negara Ini Paling Sulit Manajemennya

Kompas.com - 18/11/2021, 13:29 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Dalam peninjauannya, Jokowi mengatakan ia akan meminta Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolro Listyi Sigit dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Dalam peninjauannya, Jokowi mengatakan ia akan meminta Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolro Listyi Sigit dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, tidak mudah untuk melaksanakan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat menjelaskan perkembangan vaksinasi di hadapan para CEO dalam acara Kompas100 CEO Forum 2021, Kamis (18/11/2021).

Jokowi mengungkapkan, saat ini penyuntikan vaksin sudah mencapai 219,4 juta dosis. Dia menuturkan, jumlah itu tidak sedikit mengingat faktor geografis dan sosial di Indonesia.

"Jangan dibayangkan seperti negara-negara lain. Ini negara paling sulit manajemennya. Manajemen logistiknya sulit, manajemen transportasi juga sulit, bukan hal yang mudah," kata Jokowi, ketika memberikan sambutan secara virtual dari Istana Negara. 

Baca juga: Curhat Jokowi yang Takut Kasus Covid-19 Naik Drastis seperti Juli 2021

Jokowi menekankan, mendistribusikan 219 juta dosis vaksin bukan hal yang mudah. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 17.000 pulau.

"Negara kita juga bukan negara dengan geografis yang gampang. Ada 17.000 pulau, membawa vaksin pakai sepeda motor, membawa vaksin lewat sungai, naik perahu," ucapnya.

 

Adapun pada akhir 2021, Jokowi menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 280 hingga 290 juta dosis.

Dia menekankan, kecepatan vaksinasi Covid-19 menjadi kunci penanganan pandemi.

Baca juga: Jokowi: Sudah Mau Desember, Percepat Realisasi APBN dan APBD

Saat ini, kata Jokowi, antarprovinsi, kabupaten dan kota saling berlomba untuk mencapai vaksinasi semaksimal mungkin. Jokowi mengapresiasi hal ini sebagai hal yang baik.

"Saya sudah 60 persen, saya sudah 70 persen, saya sudah 80 persen. Ini juga bagus. Berkompetisi untuk hal yang baik. Sekarang vaksinasi dosis pertama (secara nasional) sudah 63 persen," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.