Kompas.com - 17/11/2021, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) Willy Aditya menegaskan, RUU TPKS tidak mendukung pelegalan zina atau seks bebas.

Kekhawatiran atas hal tersebut sebelumnya muncul setelah melihat Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Menurut Willy, tidak ada klausul 'sexual consent' atau persetujuan seks di dalam rancangan beleid itu.

"Kami menyusun RUU ini dengan penuh kecermatan dan berbasis sosio-kultural. Jadi kata-kata seksual consent itu tidak ada dalam RUU ini," kata Willy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Ketua DPP Partai Nasdem itu kemudian berpandangan bahwa RUU TPKS berbeda dengan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.

Baca juga: Panja Gelar Rapat Pleno Besok, Optimistis RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR

Adapun dalam Permendikbudristek diketahui mengatur mengenai detail sexual consent atau persetujuan seksual yang ditengarai bias sekularisme oleh sejumlah pihak.

"Itu mispersepsi. Nanti teman-teman bisa lihat. Kita enggak memuat seksual konsen sama sekali. Ini berbeda dengan Permendikbudristek. Jadi, publik enggak usah khawatir," klaim Willy.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa RUU TPKS diharapkan dapat mewujudkan hadirnya payung hukum bagi korban kekerasan seksual.

Menurut dia, korban harus mendapatkan keadilan. Terlebih, diharapkan dari RUU TPKS ini akan ada pencegahan kekerasan seksual yang juga diatur.

"Itu yang ingin kita kedepankan. Jadi, perspektif korban, payung hukum, pencegah dan penindakan," ucapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.