Budiman Sudjatmiko Cerita soal Kakeknya yang Kades Minta Rakyat Pilih Golkar Saat Orba

Kompas.com - 16/11/2021, 12:05 WIB
Budiman Sudjatmiko, di sela-sela wawancara dalam program Beginu di Jakarta, Jumat (5/11/2021). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBudiman Sudjatmiko, di sela-sela wawancara dalam program Beginu di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko mengungkit bagaimana salah satu peserta pemilu pada era Orde Baru (Orba), yaitu Golongan Karya atau Golkar membuat dirinya mengenal ketidakadilan.

Budiman menceritakan soal kakeknya yang merupakan kepala desa memiliki afiliasi politik dengan Golkar, yang saat itu belum menjadi partai politik.

"Saya tahu, ada tiga partai (dua partai ditambah Golkar) yang bisa ikut pemilu, tapi kok Mbah saya cuma suruh rakyatnya milih Pohon Beringin (lambang dari Partai Golkar)," kata Budiman dalam acara "Beginu" di YouTube Kompas.com, yang diunggah Senin (15/11/2021).

Baca juga: Cerita Budiman Sudjatmiko 6 Kali Ditangkap, Sejak SMA Dituduh Teroris hingga Kasus 27 Juli

Pada waktu itu, Budiman baru berumur 7 tahun, tepatnya pada 1977. Budiman kecil mengaku protes kepada kakeknya karena menyuruh rakyat desa hanya memilih Golkar.

Padahal, Budiman tahu saat itu tak hanya Golkar yang ikut dalam Pemilu. Pada era Orba, pemilu diikuti dua partai politik, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), serta Golkar.

"Terus bagaimana yang Kabah (PPP), terus bagaimana yang Banteng (PDI). Ya, pokoknya Si Mbah saya mengatakan yang harus menang Pohon Beringin, karena ini partai pemerintah," cerita Budiman.

Mendengar perkataan kakeknya, dia justru semakin heran. Sebab, pemilu diartikan Budiman kecil sebagai momentum rakyat menginginkan pergantian pemerintah.

"Tapi kok malah disuruh memilih yang punya pemerintah?"

Baca juga: Budiman Sudjatmiko Berharap Pembangunan Lebih Memperhatikan Masyarakat Adat

Lebih jauh, Budiman kecil terus berdialog dengan kakek, hingga pamannya. Sementara itu, ayah dan ibu Budiman merupakan simpatisan PDI.

Adanya imbauan untuk rakyat memilih satu partai politik penguasa itu pun membuat Budiman merasa ada yang tidak wajar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhan Prabowo: Singapura Negara Sahabat dan Mitra Strategis

Menhan Prabowo: Singapura Negara Sahabat dan Mitra Strategis

Nasional
Ma'ruf Amin Bertemu Wapres Zimbabwe, Harap Peningkatan Kerja Sama

Ma'ruf Amin Bertemu Wapres Zimbabwe, Harap Peningkatan Kerja Sama

Nasional
Pakar Keberatan Kebijakan Lepas Masker, Sebut Masih Ada Ancaman Penyakit Lain

Pakar Keberatan Kebijakan Lepas Masker, Sebut Masih Ada Ancaman Penyakit Lain

Nasional
Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Area Terbuka

Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Area Terbuka

Nasional
Lepas Masker di Tempat Terbuka, Penghapusan Syarat PCR, dan Langkah Menuju Endemi Covid-19

Lepas Masker di Tempat Terbuka, Penghapusan Syarat PCR, dan Langkah Menuju Endemi Covid-19

Nasional
Kelana Ridwan Kamil ke Elite Parpol, Pilih 'Warna' Apa?

Kelana Ridwan Kamil ke Elite Parpol, Pilih "Warna" Apa?

Nasional
Pakar Sebut Pelonggaran Masker 14 Hari Usai Lebaran Terlalu Cepat

Pakar Sebut Pelonggaran Masker 14 Hari Usai Lebaran Terlalu Cepat

Nasional
Elsam: Paradoks, Pemerintah Bagi-bagi Sertifikat tetapi Petani Ditangkapi Saat Konflik Agraria

Elsam: Paradoks, Pemerintah Bagi-bagi Sertifikat tetapi Petani Ditangkapi Saat Konflik Agraria

Nasional
40 Petani di Bengkulu Ditangkap, Walhi: Tidak Ada Keseriusan Pemerintah Bereskan Konflik Agraria

40 Petani di Bengkulu Ditangkap, Walhi: Tidak Ada Keseriusan Pemerintah Bereskan Konflik Agraria

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Tak Wajibkan Tes PCR-Antigen dengan Syarat | UAS Dilarang Masuk Singapura

[POPULER NASIONAL] Jokowi Tak Wajibkan Tes PCR-Antigen dengan Syarat | UAS Dilarang Masuk Singapura

Nasional
Mengenal 'Not to Land' yang Dikenakan Singapura ke UAS, Apa Bedanya dari Deportasi?

Mengenal "Not to Land" yang Dikenakan Singapura ke UAS, Apa Bedanya dari Deportasi?

Nasional
IDI: Pemakaian Masker di Ruang Tertutup Masih Perlu

IDI: Pemakaian Masker di Ruang Tertutup Masih Perlu

Nasional
Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Ekspor CPO Minyak Goreng

Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Ekspor CPO Minyak Goreng

Nasional
MUI: Jemaah yang Sehat Boleh Lepas Masker Saat Shalat Berjemaah

MUI: Jemaah yang Sehat Boleh Lepas Masker Saat Shalat Berjemaah

Nasional
Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.