Kompas.com - 12/11/2021, 09:37 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) saat mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik, Minggu (7/11/2021). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHMenteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) saat mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik, Minggu (7/11/2021).
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir, Menteri Sosial Tri Rismaharini mendapat sorotan publik. Terutama, setelah aksi marah-marah Risma saat melakukan kunjungan kerja ke daerah viral di media sosial.

Kompas.com mencatat, tak kurang sudah tujuh kali Risma marah-marah sejak Juli hingga Oktober 2021. Mayoritas kemarahan itu disebabkan oleh tidak beresnya penyaluran program bantuan sosial kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sebenarnya, bukan kali ini saja Risma marah-marah. Sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Risma sudah sering marah-marah ketika menemukan sesuatu yang salah atau menyimpang.

Terutama, bila hal tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak.

Sejumlah kalangan pun dapat memahami kemarahan. Sebab, sebagai pembantu Presiden, kemarahan yang ditunjukkan Risma merupakan bentuk dedikasi atas tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Kepala Negara.

Bila ada hal yang tak sesuai, maka sudah menjadi kewajiban Risma untuk memperbaiki dan memastikan sesuai dengan target yang telah dirancang.

Namun, kemarahan itu tetap harus dikendalikan agar tidak menjadi suatu hal yang kontraproduktif.

Terlebih, selama ini Presiden Jokowi justru ingin membangun citra pemerintahan yang stabil dan tidak arogan.

Dikhawatirkan, kemarahan yang ditunjukkannya justru akan berdampak negatif, tak hanya bagi Kemensos secara khusus dan pemerintah secara umum, tetapi juga Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan, parpol asal Risma.

Simak tulisannya dalam artikel khusus di tautan ini: JEO: Memahami Amarah Risma...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
Persiapan Jelang Pemilu, Partai Kebangkitan Nusantara yang Digagas Loyalis Anas Urbaningrum Audiensi ke KPU

Persiapan Jelang Pemilu, Partai Kebangkitan Nusantara yang Digagas Loyalis Anas Urbaningrum Audiensi ke KPU

Nasional
KBRI Belanda Mengaku Belum Dapat Laporan Soal Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan

KBRI Belanda Mengaku Belum Dapat Laporan Soal Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan

Nasional
Mutasi Polri, Kombes Gatot Repli Jadi Kabag Penum Divisi Humas Polri

Mutasi Polri, Kombes Gatot Repli Jadi Kabag Penum Divisi Humas Polri

Nasional
Komnas Sebut KIPI Serius pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Kelompok Dewasa

Komnas Sebut KIPI Serius pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Kelompok Dewasa

Nasional
Ekstradisi RI-Singapura Ditandatangani, KPK Segera Koordinasi Panggil Tersangka E-KTP Paulus Tanos

Ekstradisi RI-Singapura Ditandatangani, KPK Segera Koordinasi Panggil Tersangka E-KTP Paulus Tanos

Nasional
Anggota Komisi IX ke Menkes: Kalau Kawan Bicara Tolong Dilihat Mukanya agar Kami Merasa Dihormati

Anggota Komisi IX ke Menkes: Kalau Kawan Bicara Tolong Dilihat Mukanya agar Kami Merasa Dihormati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.