KILAS

Jawa-Bali Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Pemda Diimbau Lakukan Identifikasi dan Intervensi

Kompas.com - 09/11/2021, 13:47 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau pemerintah daerah (pemda) di 43 kabupaten dan kota untuk segera melakukan identifikasi dan intervensi.

Intervensi tersebut, kata dia, dilakukan guna menahan tren kenaikan Covid-19 di Jawa-Bali dalam tujuh hari terakhir.

Seperti diketahui, terjadi kenaikan kasus Covid-19 di 43 dari 128 kabupaten dan kota di Jawa-Bali atau 33,6 persen daerah.

“Oleh karenanya, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pihak berhati-hati mewaspadai lonjakan pandemi Covid-19,” kata Luhut, seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Upaya Sejumlah Daerah Cegah Lonjakan Pandemi lewat PPKM Darurat dan Peningkatan Vaksinasi

Sebab, imbuh Luhut, sejumlah negara di Eropa mengalami kenaikan kasus harian Covid-19 cukup besar akibat kelalaian masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Adapun penerapan prokes yang dimaksud adalah 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Selain waspada, Jokowi sendiri telah memerintahkan jajarannya untuk memberi perhatian terhadap sejumlah daerah. Utamanya daerah dengan lonjakan kasus kasus Covid-19 signifikan belakangan ini.

Adapun lima provinsi yang disoroti Jokowi yaitu Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca juga: Terkait Kenaikan Kasus Covid-19, Jokowi Minta 5 Provinsi Ini Jadi Perhatian

“Kami atas arahan bapak Presiden Jokowi diminta agar segera memperhatikan kabupaten dan kota, terutama di lima provinsi harus diperhatikan dan segera ditangani apabila ada kenaikan kasus,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers daring, Senin (8/11/2021).

Lebih lanjut, Budi mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 tersebar di berbagai daerah, baik dalam maupun luar Jawa-Bali.

Meski tak menyebut secara rinci, ia menjelaskan, setidaknya ada 155 kabupaten atau kota yang menunjukkan eskalasi penularan virus SARS-CoV-2.

Baca juga: 747 Kasus Baru Covid-19, Pelonggaran Pembatasan, dan Potensi Penularan Virus

"Meski demikian, kenaikan yang terjadi tak terlalu signifikan dan masih terkontrol. Akan tetapi, walaupun sedikit itu menjadi indikasi awal untuk kami berhati-hati,” ujar Budi.

 

Tulisan ini telah tayang sebelumnya dengan judul "Terkait Kenaikan Kasus Covid-19, Jokowi Minta 5 Provinsi Ini Jadi Perhatian".
Penulis: Fitria Chusna Farisa | Editor: Kristian Erdianto

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Mei: Ada 3.606 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 25 Mei: Ada 3.606 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE 25 Mei: Tambah 232, Total Kasus Covid-19 Sembuh 5.893.860

UPDATE 25 Mei: Tambah 232, Total Kasus Covid-19 Sembuh 5.893.860

Nasional
UPDATE 25 Mei: Ada 3.011 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Mei: Ada 3.011 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 25 Mei: Tambah 315, Total Kasus Covid-19 Capai 6.053.424

UPDATE 25 Mei: Tambah 315, Total Kasus Covid-19 Capai 6.053.424

Nasional
Anggota Resnarkoba Polda Metro Jaya Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Anggota Resnarkoba Polda Metro Jaya Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Nasional
RI-Perancis Sepakat Produksi Bersama 13 Unit Radar GCI ‘Sang Mata Pertahanan’

RI-Perancis Sepakat Produksi Bersama 13 Unit Radar GCI ‘Sang Mata Pertahanan’

Nasional
KSAL Sebut Pihaknya Berwenang Lakukan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia

KSAL Sebut Pihaknya Berwenang Lakukan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia

Nasional
Wapres Harap Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Raih Hasil Terbaik di Piala Dunia 2022

Wapres Harap Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Raih Hasil Terbaik di Piala Dunia 2022

Nasional
Proses Perekrutan Komcad TNI AL Sudah Berjalan di Kodikmar Surabaya

Proses Perekrutan Komcad TNI AL Sudah Berjalan di Kodikmar Surabaya

Nasional
Sekjen DPR Sebut Mikrofon di Rapat Paripurna Otomatis Mati Setelah 5 Menit

Sekjen DPR Sebut Mikrofon di Rapat Paripurna Otomatis Mati Setelah 5 Menit

Nasional
Kunjungi Universitas Bung Karno, Kepala BNPT Ajak Kampus Lawan Radikalisme

Kunjungi Universitas Bung Karno, Kepala BNPT Ajak Kampus Lawan Radikalisme

Nasional
Menko PMK: Indonesia Punya Kearifan Lokal dalam Penanganan Bencana

Menko PMK: Indonesia Punya Kearifan Lokal dalam Penanganan Bencana

Nasional
Mahasiswa Tersangka Teroris Diduga Kumpulkan Dana ISIS, Densus 88 Imbau Warga Hati-hati Beri Sumbangan

Mahasiswa Tersangka Teroris Diduga Kumpulkan Dana ISIS, Densus 88 Imbau Warga Hati-hati Beri Sumbangan

Nasional
Tak Bikin Aturan Turunan soal Pj Kepala Daerah, Mendagri Dinilai Terbiasa Tak Patuh Putusan MK

Tak Bikin Aturan Turunan soal Pj Kepala Daerah, Mendagri Dinilai Terbiasa Tak Patuh Putusan MK

Nasional
Wasekjen Sebut PKB Ingin Bentuk Koalisi 2024, Cak Imin Capresnya

Wasekjen Sebut PKB Ingin Bentuk Koalisi 2024, Cak Imin Capresnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.