Kenang Jenderal Hoegeng, Megawati: Ia Kapolri Terbaik, The Real Polri...

Kompas.com - 07/11/2021, 12:41 WIB
Jenderal Hoegeng Iman Santoso Dok. KOMPAS/IstimewaJenderal Hoegeng Iman Santoso

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengenang sosok Jenderal Hoegong Iman Santo sebagai Kapolri terbaik.

Hoegeng menjabat sebagai Kapolri pada 1968-1971.

"Menurut saya, he's the best (dia yang terbaik) dari zaman Kapolri setelah kemerdekaan. Karena menunjukkan yang tadi saya bilang, that's the real Polri (dia adalah Polri sejati)," kata Megawati dalam peluncuran buku 'Dunia Hoegeng, 100 Tahun Keteladanan' yang disiarkan secara daring, Minggu (7/11/2021).

Presiden ke-5 RI itu mengatakan, Hoegeng adalah polisi dan pejabat yang sangat sederhana.

Baca juga: Mengenang 100 Tahun Jenderal Hoegeng

Ia pun bercerita, dahulu semasa kuliah di Universitas Indonesia (UI), kerap bertemu Hoegeng dalam perjalanan menuju kampus.

Sementara Mega menyetir mobil sendiri, Hoegeng mengayuh sepeda. Mereka pun saling bertukar sapa jika bertemu.

"Dia suda tahu mobil saya. Dia dari jauh tahu naik apa? Naik sepeda. Mana ada Kapolri naik sepeda kayak dia. Dia naik sepeda ketemu di jalan, lalu minggir dulu. Saya biasa manggil, 'om mau ke mana? Malu-maluin masa Kapolri naik sepeda.' Lalu dijawab, "ya nggak apa-apa, ini kan sekalian olahraga'," tuturnya.

Selain itu, menurut Mega, Hoegeng merupakan orang yang penuh dedikasi. Ia pun berharap semangat serupa dimiliki anggota Polri masa kini.

Baca juga: Kesederhanaan Jenderal Hoegeng: Jadi Pelayanan Resto hingga Tinggal di Rumah Sempit

Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mayjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto mengatakan, Hoegeng adalah polisi jujur dan penuh keteladanan.

Hoegeng, lanjut Sidarto, tidak mengenal kompromi untuk menegakkan hukum telah diakui berbagai kalangan.

"Terus terang, tidak mudah sampai hari ini menemukan keteladanan yang dilakukan beliau," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

Nasional
Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Nasional
Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Nasional
18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Nasional
Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Nasional
18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

Nasional
Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Nasional
Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Nasional
KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

Nasional
Mengenal Weighted Vest, 'Rompi Militer' yang Dipakai AHY Berolahraga

Mengenal Weighted Vest, "Rompi Militer" yang Dipakai AHY Berolahraga

Nasional
Jokowi Ajak Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Manfaatkan Telemedisin

Jokowi Ajak Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Manfaatkan Telemedisin

Nasional
Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Kisah Cinta Soeharto-Ibu Tien, Perjodohan, dan Kesedihan di TMII

Nasional
ICW Pertanyakan Dasar Hukum Jaksa Agung Terkait Rencana Penindakan Koruptor di Bawah Rp 50 Juta

ICW Pertanyakan Dasar Hukum Jaksa Agung Terkait Rencana Penindakan Koruptor di Bawah Rp 50 Juta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.