Kompas.com - 01/11/2021, 08:58 WIB
Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) dilanda kebakaran pada Senin (1/11/2021) pagi. Sudin Gulkarmat JakpusKantor Badan SAR Nasional (Basarnas) dilanda kebakaran pada Senin (1/11/2021) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Hubungan antar Media Basarnas Yusuf Latif mengatakan, kebakaran yang terjadi di salah satu ruangan di kantor Basarnas tak mengganggu aktivitas kerja pegawai.

"Tidak mengganggu aktivitas kerja sama sekali, Alhamdulillah sudah normal, laporan terakhir sudah dibersihkan ruangan itu," kata Yusuf saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/11/2021).

Menurut Yusuf, ruangan yang terbakar merupakan ruangan tidur yang digunakan untuk pegawai Basarnas yang tiba dari daerah.

Baca juga: 7 Temuan Tim Advokasi Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang yang Diadukan ke Komnas HAM

Ia juga mengatakan, tak ada data atau arsip yang rusak akibat kebakaran tersebut.

"Itu untuk menginap di situ berupa kamar, kerusakan hanya satu kamar aja, untuk data tidak ada yang rusak," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) dilanda kebakaran pada Senin (1/11/2021) pagi.

Kepala Seksi Operasi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat Unggul Wibowo mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran itu pukul 05.13 WIB.

Sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran yang beranggotakan 28 personel langsung berangkat ke lokasi kebakaran di Jalan Angkasa Raya Blok B 15 Kav 2-3 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dua unit pertama sudah tiba di lokasi pukul 05.15 WIB. Petugas langsung berupaya memadamkan sumber api.

"Kebakaran terjadi di ruang Istirahat Kepala Pusat Data Di Gedung Utama Basarnas. Objek kasur-kasur di lantai 1," ujar Unggul.

Baca juga: Korsleting, Ruangan di Kantor Basarnas Terbakar

Dalam 30 menit, petugas berhasil memadamkan api di ruangan seluas 4x6 meter persegi tersebut.

Pada pukul 05.50 WIB, api sudah padam dan tinggal menunggu proses pendinginan. Lalu pukul 06.15 WIB operasi pemadaman telah selesai.

"Dugaan sementara kebakaran karena korsleting listrik dari kulkas," kata Unggul. Tak dilaporkan adanya korban jiwa atau luka akibat kebakaran ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Nasional
Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Nasional
Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Nasional
KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

Nasional
3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

Nasional
Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Nasional
Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Nasional
Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Nasional
Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Nasional
Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Nasional
Menkes: Kalau Level PPKM Naik, Otomatis yang Ikut PTM Turun

Menkes: Kalau Level PPKM Naik, Otomatis yang Ikut PTM Turun

Nasional
Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Disebut Terima 21 Kali Transferan Ratusan Juta dalam Korupsi di Ditjen Pajak

Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Disebut Terima 21 Kali Transferan Ratusan Juta dalam Korupsi di Ditjen Pajak

Nasional
Menkes: 854 Pasien Omicron Pernah Dirawat di RS, 461 di Antaranya OTG

Menkes: 854 Pasien Omicron Pernah Dirawat di RS, 461 di Antaranya OTG

Nasional
Menkes Sebut Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron, Ini Pola Penyebarannya...

Menkes Sebut Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron, Ini Pola Penyebarannya...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.