Jokowi: Di Era Digital, Media Bukan Semata Memupuk Jumlah Viewers atau Sekadar Clickbait

Kompas.com - 29/10/2021, 16:57 WIB
Presiden Joko Widodo di acara Hari Santri Nasional Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo di acara Hari Santri Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, keberadaan media di era jurnalisme digital harus tetap mendukung kemajuan bangsa.

Jokowi meminta agar media di era yang baru ini tidak semata hanya mencari jumlah viewers atau sekedar clickbait.

"Kehadiran platform media baru juga harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Bukan semata-mata dimotivasi untuk menumpuk jumlah viewers, menumpuk jumlah subscriber, menumpuk jumlah like ataupun sekadar clickbait," ujar Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual pada Kongres ke VI Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Jumat (29/10/2021).

"Tapi seharusnya bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat, bangsa dan kemanusiaan," tegasnya.

Baca juga: 4 Liputan Jurnalisme Paling Berpengaruh dalam Sejarah

Jokowi melanjutkan, pemerintah akan terus memegang teguh komitmen untuk menjaga kemerdekaan pers dan membuka ruang bagi insan pers untuk menyuarakan kepentingan publik.

Menurutnya, pemerintah terbuka atas sikap kritis dan solutif media dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah.

"Saya juga menyadari begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan," ungkap Jokowi.

"Kritik yang membangun itu sangat penting. Dan pemerintah akan menjawab dengan pemenuhan tanggung jawab agar membuahkan hasil yang diharapkan untuk kepentingan rakyat," tegasnya.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 semua pihak semakin menyadari pentingnya informasi.

Di sisi lain, masyarakat dibanjiri berbagai informasi terkait pandemi.

Baca juga: Sejarah Jurnalisme

Jokowi mengistilahkan, infodemi datang dengan cepat dengan jangkauan masif. Sementara itu dampaknya tidak kalah dahsyat dibandingkan pandemi itu sendiri.

"Di tengah banjirnya informasi, peran para jurnalis semakin penting. Menjadi suluh dari kegelapan. Menjaga situasi tetap jernih. Membangkitkan optimisme dan harapan dalam masyarakat," tuturnya.

"Jurnalisme tidak sekdar fakta tetapi juga memperhitungkan dampak. Tidak saja good journalism, tapi juga wise journalism. Jurnalisme yang bijak," tambah Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.