Luhut Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Langkah Pencegahan Dampak Fenomena La Nina

Kompas.com - 29/10/2021, 12:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021) KOMPAS.com/Ach. FawaidiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kementerian/lembaga yang berkaitan dengan adanya ancaman dampak fenomena la nina untuk berkoordinasi guna melakukan langkah antisipasi.

Ia mengatakan, berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak fenomena la nina, khususnya peningkatan curah hujan dengan intensitas 20 sampai 70 persen akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Harus segera berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan bencana hidrometeorologi dan dari hulu hingga hilir,” ucap Luhut di acara virtual “Webinar Antisipasi dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi La Nina dan Bencana Hidrometeorologi”, Jumat (29/10/2021).

Secara khusus, Luhut mengimbau Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Badan Geologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, dan BNPB untuk melakukan dan mulai menyiapkan langkah antisipasi.

“Saya kira sangat penting untuk kita lakukan sehingga kita nanti tidak terdadak,” tegas dia.

Baca juga: BMKG Prediksi Peningkatan Curah Hujan hingga 100 Persen pada November

Lebih lanjut, ia mendorong agar semua matriks serta rencana aksi pencegahan bencana mulai dilakukan agar sinergi dapat terlaksana secara efektif, cepat dan tepat.

Kemudian, ia juga meminta agar disiapkan jalur komunikasi yang terintegrasi antara kementerian/lembaga terkait untuk mengefektifkan dan mempercepat koordinasi dan sinergi.

Selain itu, ia mengingatkan, semua pihak untuk rutin memonitor dan memperbarui perkembangan informasi terkait cuaca ekstrem akibat la nina dari sumber resmi BMKG.

“Lakukan juga simulasi kesiapan siagaan atau tactical floor game yang sudah berkali-kali kita lakukan untuk mengecek fact funding apabila ada ada hal atau langkah yang harus disiapkan namun masih terlewatkan,” tegas dia.

Diketahui, BMKG telah memprediksi, terjadinya peningkatan curah hujan dampak dari fenomena La Nina di bulan November 2021 hingga Januari 2022.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, dampak fenomena la nina dengan peningkatan curah hujan tersebut akan terjadi dengan intensitas hingga berkisar 70 persen atau intensitas lemah hingga moderate.

Baca juga: 8 Daerah di Jatim Berpotensi Alami Cuaca Ektrem, Ini Imbauan BMKG

“Ini diperkirakan atau diprediksi akan mennujukkan peningkatan curah hujan secara konsisten terutama sepanjang November 2020 hingga Januari 2021,” kata Dwikorita dalam acara virtual, Jumat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.