KILAS

Kasus Covid-19 Dikhawatirkan Naik Saat Nataru, Epidemiolog UI: Prokes Tolong Diperketat

Kompas.com - 28/10/2021, 11:49 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang COVID-19 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). Kementerian Kesehatan menyatakan per Minggu 10 Oktober, Indonesia mencatat sebanyak 894 kasus baru COVID-19 sehingga total menjadi 4.227.932 kasus. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPengendara motor melintas di depan mural tentang COVID-19 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). Kementerian Kesehatan menyatakan per Minggu 10 Oktober, Indonesia mencatat sebanyak 894 kasus baru COVID-19 sehingga total menjadi 4.227.932 kasus. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

KOMPAS.com – Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Menurutnya, acara silaturahmi bersama keluarga saat libur Nataru tetap bisa dilakukan dengan tetap disiplin mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak (3M) serta tidak berkerumun.

"Prokesnya saja tolong diperketat, minimal pakai masker yang benar, boleh acara keluarga tapi enggak ramai-ramai sekaligus gitu, kerumunannya dibatasi," ucap Pandu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/10/2021).

Ia melanjutkan, pada dasarnya, sulit melarang masyarakat pulang kampung atau tidak keluar rumah saat libur Nataru.

Baca juga: Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas Saat Nataru

Sebab, kata dia, masyarakat akan tetap melakukan pergerakan menjelang libur akhir tahun tersebut. Hal yang paling penting adalah menggencarkan imbauan untuk patuh terhadap prokes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi enggak mungkin dilarang (liburan), paling memang diimbau saja. Sebenarnya melakukan perjalanan boleh, asalkan prokes dan vaksinasi memenuhi ketentuan itu dulu,” tuturnya.

Pandu menilai bahwa perjalanan masyarakat dengan moda transportasi bukanlah pemicu utama penularan Covid-19.

“Namun, aktivitas masyarakat di kota tujuan atau kampung halaman, seperti acara keluarga, kebaktian, kegiatan religi, nah itu yang meningkatkan penularan, bukan perjalanannya. Makanya Natal dan Tahun Baru jangan melakukan kegiatan berisiko dan jangan lupa pakai masker,” pesan Pandu.

Baca juga: Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Adapun perkataan Pandu itu sejalan dengan imbauan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski telah selesai divaksinasi.

Pasalnya, selain vaksin, disiplin penerapan prokes merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah risiko penularan Covid-19.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.