14 Cabang Olahraga Nasional Difokuskan untuk Ditata Ulang

Kompas.com - 28/10/2021, 09:15 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan sambutannya sekaligus menutup secara resmi perhelatan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.
ANTARA FOTO/ZABUR KARURUWakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan sambutannya sekaligus menutup secara resmi perhelatan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memfokuskan penataan ulang terhadap 14 cabang olahraga nasional, mengingat kondisinya yang dianggap membutuhkan perhatian khusus.

Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan, selama ini olahraga nasional sudah ditangani dan banyak menghabiskan biaya.

Namun output dan outcome-nya dinilai kurang maksimal.

"Maka di sinilah akhirnya ditata ulang dan hanya akan fokus pada 14 cabang olahraga," kata Masduki dalam video keterangan pers usai pertemuan Wapres dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Penutupan PON XX, Wapres: Papua Jadi Kekuatan Elite Olahraga Nasional

Masduki mengatakan, langkah tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 yang berisi tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Dalam hal ini, Wapres Ma'ruf Amin juga merupakan Ketua Tim Koordinasi Pusat DBON dengan Ketua Harian Menpora.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim tersebut memiliki tugas untuk mengoordinasi olahraga nasional agar bisa lebih fokus.

"Penataan ulang sudah dilakukan melibatkan banyak stakeholder, ahli-ahli untuk menata ulang itu. Kemudian keluarlah Perpes ini sebagai hasil penataan ulang itu," kata dia.

Baca juga: Papua Disiapkan Jadi Kiblat Pembangunan Olahraga Nasional

Masduki mengatakan, beberapa cabang olahraga yang difokuskan penataan ulang adalah olahraga-olahraga yang memiliki keunggulan bagi Indonesia.

Cabang itu antara lain bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, atletik, dan beberapa olahraga lainnya.

Adapun tindak lanjut atas pertemuan tersebut, kata dia, Wapres memerintahkan untuk segera menyelenggarakan rapat koordinasi terkait dengan stakeholder DBON.

Baca juga: Ketua DPR Harap Fasilitas Olahraga di Papua Dapat Dimanfaatkan Rakyat Setelah PON Usai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.