Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/10/2021, 19:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengkritisi iklim kualitas demokrasi Indonesia yang dinilai semakin menurun di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun penilaian tersebut disampaikannya berdasarkan sejumlah kasus pembungkaman aspirasi masyarakat yang mengkritik jalannya pemerintahan.

"Saat ini pemerintah cenderung mengangkat sebagian tapi menjatuhkan sebagian. Kemudian dalam beberapa konteks cenderung represif, beberapa organisasi dibuat terlarang, beberapa tokoh ditangkap," kata Ridho saat ditemui di Kantor DPP Partai Ummat, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Partai Ummat Sebut Rapor Merah Warnai 7 Tahun Pemerintahan Jokowi

Menurut dia, kualitas demokrasi yang kian menurun itu dikarenakan kepentingan koalisi partai politik. 

Akibatnya, kata dia, kebijakan pemerintah sekarang terkesan tidak efisien dan tidak pro rakyat.

"Atmosfer oligarki semakin kental. Kita melihat ini semua karakteristik dari low politics atau politik kualitas rendah," tutur dia.

Berkaca kondisi demokrasi sekarang, Ridho khawatir Indonesia akan sulit menegakan keadilan, baik dalam berdemokrasi maupun hukum.

"Sulit bagi kita untuk melakukan rekonstruksi masyarakat. Sulit bagi kita untuk melakukan semua tujuan kita untuk menegakan keadilan. Itu situasi politik kita saat ini, alam demorasi dan hukum kita," jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa Kritik 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Istana Sampaikan Terima Kasih

Diketahui, pemerintahan Presiden Jokowi telah berlangsung selama tujuh tahun sejak masa kepemimpinannya periode pertama pada 2014. Ada sejumlah dinamika yang mewarnai jalannya pemerintahan Jokowi.

Salah satu yang disoroti publik adalah praktik pembungkaman aspirasi masyarakat yang masih terjadi hingga kini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.