Jokowi Minta Daerah Hasilkan Produk Perdagangan Unggulan Masing-masing

Kompas.com - 20/10/2021, 13:51 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021). Tangkapan layar youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta setiap daerah fokus dalam menghasilkan produk perdagangan yang menjadi unggulan masing-masing.

Jokowi mengatakan, produk perdagangan yang seragam di tiap daerah akan berbahaya. Ia mencontohkan, ketika seluruh daerah memiliki komoditas yang sama, misalnya karet atau sawit, dan harga sedang jatuh, maka dampaknya meluas.

"Semua daerah saya ingatkan perlu fokus pada produk unggulannya. Jangan semua dikerjakan sehingga nanti ke depan bisa saling menopang.," kata Jokowi, saat meresmikan pembukaan Apkasi Otonomi Expo, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

"Kita ini kan senangnya latah, karet ramai, semua menanam karet. Sawit ramai, semua menanam sawit. Sawit ambruk, semua juga ambruk. Karet harganya jatuh, semuanya juga ikut jatuh. Jangan seperti itu," tutur dia.

Menurut Jokowi, jika setiap daerah fokus pada produk unggulan maka nantinya bisa saling menopang. Hal itu akan melengkap

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, maka hal tersebut dapat melengkapi value chain atau kegiatan menghasilkan suatu produk secara nasional.

Selain itu Jokowi menuturkan, volume ekspor juga perlu ditingkatkan serta memfasilitasi pelaku usaha agar agresif memanfaatkan peluang yang ada.

"Mulai didorong, produk apa pun didorong untuk berani berkompetisi, memanfaatkan peluang ekspor yang ada sehingga membuat produk kita dikenal dan kompetitif di pasar global," kata dia.

Baca juga: Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Melalui Apkasi Otonomi Expo, Jokowi berharap kerja sama perdagangan antardaerah diperkuat, di samping juga memperkuat ekspor ke negara-negara lain.

Kemudian, memperluas pasar-pasar ekspor baru dan memanfaatkan pasar dalam negeri yang sangat potensial.

Sebab, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta, kelas menengahnya dinilai tumbuh sangat pesat.

"Ini yang harus menjadi peluang untuk memperkuat industri dalam negeri kita. Jangan sampai pasar yang sangat besar ini diambil produk-produk negara lain dan perlu diperkuat perdagangan, antardaerah, antarkabupaten, antarprovinsi, antarpulau," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.