Waketum Golkar Ajak Mantan Kader yang Belum Beruntung Bikin Partai Baru untuk Bergabung Lagi

Kompas.com - 16/10/2021, 14:52 WIB
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung didampingi Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu saat diwawancara, Sabtu (15/2/2020) pukul 15.33 WITA KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYWaketum Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung didampingi Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu saat diwawancara, Sabtu (15/2/2020) pukul 15.33 WITA

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengajak mantan kader Golkar yang kurang beruntung dalam mendirikan partai baru untuk bergabung kembali.

Kendati demikian, ia mengakui, ada mantan kader Golkar yang sukses mendirikan partai baru, seperti Surya Paloh yang membangun Nasdem dan Prabowo Subianto di Gerindra.

“Ada juga kekuatan partai politik lain yang belum beruntung, kami dengan senang hati sebetulnya ingin mengajak kembalilah ke rumah besar bersama untuk konsolidasi,” kata Doli di acara virtual Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004–2024, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Doli menyampaikan, ini merupakan cita-cita anak generasi muda kader di Partai Golkar.

Menurut dia, generasi muda tersebut berharap Golkar bisa menjadi rumah besar bersama bagi anggota yang sudah keluar.

“Semacam guyon-guyonanlah ya, kami anak muda yang di Partai Golkar pada membayangkan bagaimana Golkar itu kembali menjadi rumah besar bersama, yang sekarang sudah keluar, katakanlah,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Doli menyampaikan, Golkar kini tengah mempersiapkan diri untuk bisa menang pada Pemilu 2024.

Ia menegaskan, Golkar bertekad keras mengembalikan kejayaan kembali, seperti yang pernah terjadi di 2024.

“Kami sekarang sedang berupaya, jadi kami merasa generasi yang malu kalau tidak bisa mengulangi setelah 20 tahun, 2024 itu tidak bisa menang lagi,” kata dia.

Baca juga: Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Ia juga mengatakan, salah satu aset kuat dari partainya adalah sosok ketokohan dari kader-kader Golkar.

Setidaknya, kata dia, hal ini dapat mengangkat elektabilitas Golkar di daerah.

“Ini yang harus kita upayakan, bahwa mereka itu masih dianggap ketokohan di daerah-daerah yang tentu itu juga punya sesuatu untuk mendapatkan dukungan masyarakat,” ucap dia.

Oleh karena itu, Golkar berupaya mengurangi konflik internal dan akan lebih merangkul semua kadernya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Nasional
Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Nasional
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Nasional
Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Nasional
Jokowi: Peran WHO Belum Mencakup Banyak Hal Strategis untuk Dunia

Jokowi: Peran WHO Belum Mencakup Banyak Hal Strategis untuk Dunia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.